Ketika Pelajar Doakan Pemberi Wifi Masuk Surga

berbagi di:
Main wifi

NUMPANG WIFI: Para pelajar di Sikka Numpang Wifi milik tetangga di Kelurahan Alok, Kota Maumere untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Gambar dibadikan Senin (27/7) lalu. (Foto:MI/Gabriel Langga)

 

SELAMA masa pandemi Covid-19, para peserta didik dituntut untuk belajar daring dari rumah. Namun, kondisi serba keterbatasan dialami sejumlah pelajar di Kabupaten Sikka.

Beruntung ada warga yang merelakan jaringan wifi nya dipakai mereka untuk belajar. Demi tugas sekolah, mereka bergantian memakai smartphone hingga menumpang jaringan internet ke rumah warga. Kegiatan ini menjadi rutinitas para pelajar setiap pagi dan sore di sana.

Seperti yang dilakukan oleh Carolus Ayub Moan Kaki, siswa SMK Negeri I Maumere kelas X terpaksa harus menumpang jaringan wifi di rumah tetangganya.

Kebetulan handphone yang dimilikinya tidak memiliki pulsa data. Ia mengaku setiap pagi dirinya harus pergi ke rumah tetangga untuk menumpang jaringan internet wifii agar bisa mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Hal ini juga dilakukan oleh beberapa temannya.

“Saya punya handphone. Hanya tidak ada pulsa data. Orang tua saya pekerjaannya sebagai tukang ojek. Jadi tiap pagi saya harus pergi ke rumah tetangga untuk numpang jaringan internet wifi agar bisa kerja tugas yang diberikan oleh bapak ibu gurunya,” tandas Ayub saat ditemui mediaindonesia.com, Selasa (28/7).

Ayub mengaku dalam sehari dirinya harus mengerjakan tugas empat mata pelajaran. Usai mengerjakan tugas, ia langsung foto tugasnya yang dikerjakan disebuah buku tulis. Selanjutnya ia langsung mengirim tugas tersebut ke link yang sudah dikirim oleh bapak ibu guru kepadanya.

“Saya sangat bersyukur sekali, ada warga yang memberikan kami kode wifi sehingga kita bisa kerjakan tugas. Kami kerja tugas juga di bawah pohon mangga. Kebetulan ada warga yang merelakan tempat mereka untuk kami kerjakan tugas. Semoga mereka masuk surga,” ujar Ayub.

Berbeda dengan Ayub, Novita Temi siswa SMPN Alok Maumere kelas VII yang berasal dari keluarga kurang mampu ini diketahui seringkali harus numpang handphone milik teman-temannya saat mengerjakan tugas. Kepada mediaindonesia.com, Novita mengaku dirinya tidak memiliki handphone karena tidak bisa membeli. Mengingat ibunya sudah meninggal dan ayah pergi merantau.

“Saya tidak punya handphone. Setiap hari saya harus ikut teman. Kebetulan handphone temannya juga tidak punya pulsa data. Jadi kalau mau kerja tugas, saya dengan teman pergi sama-sama untuk numpang jaringan internet wifi milik warga,” ujar dia. Selesai kerjakan tugas, ia mengaku langsung mengirim tugas tersebut ke whatsapp milik gurunya melalui handphone temannya.

“Saya senang sekalimeskipun tidak ada handphone, saya bisa dibantu oleh teman sehingga saya bisa kerjakan tugas. Saya juga bersyukur sekali, warga yang punya wifi bisa berikan kode kepada teman yang punya handphone,” papar Novita.

Berdasarkan pantauan mediaindonesia.com, sejumlah anak belajar di bawah pohon mangga karena di sekitar tempat itu ada jaringan internet wifi milik warga setempat. Pemilik wifi memberi izin bagi anak-anak agar memanfaatkan jaringan internetnya agar mereka bisa belajar.

Sementara itu, pemilik pohon mangga lalu mengeluarkan kursi dari rumahnya agar para pelajar ini bisa duduk untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapa ibu guru mereka. (mediaindonesia.com/E-1/ol).