Ketua DPRD Sabu Datangi Polres Sarai

berbagi di:
img-20200214-wa0034

Foto: Yulius/VN

 

 

Yulius Boni Geti

Ketua DPRD Sabu Raijua, Paulus Rabe Tuka mendatangi Polres Sabu Raijua, Jumat (14/2).

Paulus datang untuk berkonsultasi terkait dugaan pencemaran nama baik yang mencatut namanya sebagai salah seorang yang ikut ‘bermain’ BBM yang muncul di media cetak, online, dan media sosial (medsos) seperti Facebook.

Pantauan VN, Paulus tiba di Polres sekitar pukul 12:11 Wita didampingi Wakil Ketua I Simon Dira Tome, Ketua Fraksi PDIP Karel O. Modjo Djami, Ketua Fraksi Golkar Jerhans Djita, Ketua Komisi II Didimus Miha Djami, Anggota DPRD Lazarus Riwu Rohi, Donserses Nara Lulu, Pana Raga Lawa. Hendrik Tudu serta beberapa staf ahli DPRD.

Paulus dan rombongan diterima Kabag Ops Kompol Pieter M. Johannis dan kemudian ditangano KBO Reskrim Pores Ipda Yosafat Here.

“Kami datang ke sini untuk berkonsultasi dengan Polres terkait dengan rencana DPRD untuk membuat laporan polisi atas dugaan pencemaran nama baik. Apakah bisa ditangani oleh Polres Sarai atau kami diarahkan lapor ke Polda,” ujarnya di ruangan Yosafat.

Ia mengatakan jika bisa dilaporkan di Polres Sarai maka pihaknya akan segera menyiapkan dokumen dan bukti-bukti terkait dugaan tersebut.

“Kita sudah print out bukti seperti postingan akun FB dengan namq Abraham Justin Ricardo, rilis media online pelopor9.com dan masih kami cari media cetak yang menyebutkan keterlibatan oknum DPRD dalam masalah BBM,” ujarnya.

Ia mengaku sedang mencari pernyataan Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke yang menyebutkan keterlibatan anggota DPRD dalam permainan BBM.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Simon Dira Tome dalam kesempatan tersebut juga langsung melaporkan akun FB Abraham Justin Ricardo yang menurutnya telah melecehkan dan mencemarkan nama baik DPRD dengan postingan menuduh anggota DPRD  membayar pemilih dengan uang Rp 250 ribu per orang.

Menurutnya, DPRD sudah memegang banyak bukti tentang masalah tersebut dan sudah waktunya untuk dilaporkan. Namun, karena Polres belum siap maka DPRD masih memberikan kesempatan untuk mempelajari dokumen yang diserahkan.

Semenetara KBO Reslkrim Polres Sarai, Yosafat Here meminta waktu untuk mempelajari dokumen yang diserahkan.

“Kita terima dokumen, kita akan sampaikam ke pimpinan untuk kita pelajari dan tindak lanjuti,” ujarnya. (bev/ol)