Kisah Keluarga Edu Mandala, Terpapar Covid-19 hingga Sembuh

berbagi di:
img-20210126-wa0058

 

 

Sinta Tapobali

Covid-19 merupakan penyakit yang ditakuti hampir seluruh kalangan masyarakat seantero belahan Dunia. Virus mematikan ini sesungguhnya bisa disembuhkan, tergantung bagaimana caran kita menghadapinya. Apakah dengan ketakutan atau dengan keyakinan bahwa apapun penyakit yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, Tuhan juga pasti akan menyembuhkannya.

Hal inilah yang  dirasakan Keluarga Edu Mandala. Pada tahun 2020 yang lalu tepatnya di akhir bulan Oktober, Edu Mandala bersama istri dan seorang anak semata wayangnya harus merasakan bagaimana terpapar Virus Korona. Namun berkat ketekunan, kepercayaan dan pelayanan medis yang diperoleh, mereka akhirnya dipulihkan pascadirawat dan dikarantina di Rumah Sakit.

Edu Mandala atau biasa di sapa Bapak Edu, kepada VN lewat obrolan via WhatsApp mengisahkan awal mula ia bersama keluarganya terpapar Covid-19-19. Sebelum terkonfirmasi ia positif Covid-19 awalnya Ia hanya mengalami gejala batuk ringan dan demam biasa 36-37 derajat dan dua hari kemudia istrinya juga mengalami demam, mengigil dan tulang-tulangnya terasa sakit hingga pengecapannya terasa pahit dan matanya juga terasa sakit.

Karena kondisi yang mereka alami ini, akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan rapid test di Klinik Prodia Kupang dan hasil yang diterima dinyatakan Ia reaktif dan istrinya non reaktif.

Karena hasil ini akhirnya ia memutuskan untuk menjalami swab test di RSUD WZ Johannes Kupang dan dinyatakan positif  Covid-19.

“Setelah itu saya ditelepon oleh Tim Satgas Kota dan kami ngobrol lama di telepon. Kemudian pada malam hari saya dijemput oleh dua mobil ambulance dan 4 orang petugas, dan mereka juga sempat menyemprot disinfektan di rumah saya. Kemudian saya pamit ke istri dan akhirnya saya pun dibawa oleh petugas ke ruangan isolasi untuk dirawat dan dikarantina,” kisahnya.

Sehari setelah ia dijemput, istri dan anaknya juga ditest swab dan hasilnya mereka juga dinyatakan positif Covid-19. Karena hasil menyatakan positif maka istri dan anaknya kemudian juga datang ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan dan isolasi di tempat yang sama namun berbeda kamar.

Selama menjalani karantina, mereka dalam keadaan tidak merasakan sakit apapun dan tetap melakukan aktivitas yang bisa mereka lakukan selama berada di ruang isolasi. “Saya juga sempat bermain bersama anak, kami lakukan aktivitas seperti di rumah meski kami di tempat isolasi. Kami berdoa bersama, kami juga tetap bisa bergaul dengan pasien lainnya namun tetap dengan jaga jarak, pakai masker dan selalu cuci tangan,” ceritanya.

Setelah beberapa saat di rawat, ia sekeluarga akhirnya dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke rumah mereka.
“Dari kejadian ini kami belajar bahwa rancangan Tuhan itu indah. Jujur kami sempat stres dan takut tapi kami percaya sepenuhnya bahwa apa yang terjadi dalam rumah tangga kami ini, semuanya ada dalam rencana Allah. Dan rancangan-Nya bukan hanya mendatangkan damai sejahtera saja tapi membawa kebaikan bagi kami,” ungkapnya.

Menurutnya, apa yang dialami oleh keluarganya ini membawa mereka lebih dekat dengan Tuhan karena mereka sadar betul bahwa apa yang terjadi sudah merupakan rencana dan rancangan Tuhan.

Pascasembuh dari covid- 19 ia bersama istri berkomitmen agar mereka ingin membantu sesama yang membutuhkan agar juga mengalami penyembuhan dari penyakit ini. Ia bersama istrinya pun akhirnya bergabung dalam sebuah grup penyintas Covid-19 19,  dalam grup ini tergabung seluruh orang-orang yang pernah terpapar covid-19 dan telah dinyatakan sembuh.

“Saya hanya menjalankan janji iman jikalau sembuh dari Covid-19 kami sekeluarga akan bantu sesama yang butuh kami pung bantuan. Grup wa penyintas itu dibuat oleh dokter di RS Undana. Begitu saya tau ada grup wa penyintas saya minta untuk gabung. Pada saat gabung itu saya mulai berinisiatif cari para penyintas bergabung dalam grup wa tersebut. Dan puji Tuhan awal saya gabung ada 34 orang termasuk dokter dan perawat dan sampai hari ini sudah ada 100 orang penyintas yang gabung dalam grup,” jelasnya lagi.

Kepada para pasien covid-19 yang saat ini sedang berjuang melawan penyakit ini, Edu berpesan agar tetap mengandalkan Tuhan dalam segala hal dan juga ingatlah satu hal bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur.

“Yang Isoman di rumah, tetap semangat jalani isolasi mandiri. Patuhi  setiap saran yang disampaikan tim satgas dan paramedis dari puskemas setempat dan ingatlah bahwa hati yang gembira adalah obat yg manjur. Bagi yang dirawat dirumah sakit yakinlah anda pasti sembuh sama seperti kami sekeluarga. Dan utk keluarga yang saat ini anggota keluarganya sedang dirawat dirumah sakit, tetap semangat dalam mendukung anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit, pergumulan dalam menyembuhkan mereka-mereka yang dirawat dirumah sakit bukan saja menjadi tanggung jawab dokter dan perawat tapi juga tanggung jawab para penyintas dan masyarakat seluruhnya,” pesannya via WhatsApp. (Yan/ol)