Kisah Suu Kyi akan Ditarik dari Buku Anak-Anak

berbagi di:
Menlu RI Retno Marsudi temui Aung San Suu Kyi di Nay Pyi Taw, kemarin. (Foto: AFP)

 

 

Good Night Stories for Rebel Girls adalah salah satu buku anak-anak paling populer tahun ini. Buku ini berisi koleksi cerita mengenai tokoh perempuan yang menginspirasi, mulai dari Amelia Earhart, Marie Curie, Hillary Clinton hingga Serena Williams.

Tujuan ditulisnya buku ini adalah agar anak-anak perempuan yang membacanya mempunyai cita-cita tinggi.

Buku ini, yang kemungkinan sudah banyak beredar di toko-toko menjelang Natal, memicu kontroversi. Satu dari 100 kisah di dalamnya, terdapat pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi. Di buku ini Suu Kyi digambarkan sebagai perwujudan dari keberanian di tengah opresi militer.

Namun karena citranya jatuh akibat sikap diamnya terkait kekerasan yang melanda etnis Muslim Rohingya di Rakhine, sejumlah pihak — terutama orangtua yang memiliki anak perempuan — menyerukan agar kisahnya ditarik dari Good Night Stories for Rebel Girls.

Elena Favilli dan Frencesca Cavallo, dua orang penulis buku tersebut, mempertimbangkan tidak memasukkan Suu Kyi di cetakan berikutnya.

Suu Kyi muncul di buku ini dengan kutipan, “karena kita hidup di dunia ini, kita harus berbuat yang terbaik untuk dunia ini.” Kutipan ini berasal dari aksi protes terhadap junta militer Myanmar yang memenjarakan dirinya di sebuah rumah selama 21 tahun.

“Dia mendapatkan Nobel perdamaian dan menginspirasi jutaan orang di negaranya dan seluruh dunia tanpa perlu meninggalkan rumah,” demikian tertulis di buku itu, seperti dikutipĀ Guardian, Minggu 24 Desember 2017.

Good Night Stories for Rebel Girls pertama kali diterbitkan di Amerika Serikat. Karya ini disebut-sebut sebagai “buku orisinil yang mendapatkan sumbangan terbesar dari masyarakat dalam pembuatannya.”

Pekan lalu, toko buku ternama di Inggris, Blackwell’s, menjadikan Good Night Stories for Rebel Girls sebagai “book of the year,” mengalahkan banyak karya lainnya seperti The Ministry of Utmost Happiness.

 

Sumber: medcom.id