Kodim 1618/TTU kembali Distribusi Air Bersih di Perbatasan

berbagi di:
img-20191116-wa0082

Atasi krisis air bersih Kodim 1618/TTU distribusi air bersih kepada warga Haumeni Ana dan Tubu, kemarin. Tampak warga mengantre untuk mendapatkan air bersih. Foto: Gusty Amsikan/VN

 

 

Gusty Amsikan

Kodim 1618/TTU menyalurkan bantuan air bersih kepada 612 kepala keluarga di Desa Haumeni Ana dan Tubu Kecamatan Bikomi Nilulat, Sabtu hingga Minggu (11/11). Sebanyak 25.000 liter air diturunkan oleh dua unit tangki air milik Kodim 1618/TTU untuk didistribusikan kepada masyarakat di desa itu. Masyarakat Desa Haumeni Ana dan Tubu kerap mengalami krisis air bersih setiap tiba musim kemarau. Kondisi tersebut membuat masyarakat setempat harus mencari air bersih hingga ke desa tetangga. Bahkan, masyarakat pun harus rela merogoh kocek guna membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sesuai rencana, penyaluran bantuan air bersih di desa tersebut akan dilakulan selama tiga hari berturut-turut hingga Senin (17/11).

Dandim 1618/TTU, Letkol Roni Djunaidi ketika diwawancarai wartawan, Sabtu (2/11) mengatakan sesuai komitmen pihaknya untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, pihaknya pada Sabtu (16/11) kembali menyalurkan bantuan 10.000 liter air bersih kepada masyarakat di Desa Haumeni Ana Kecamatan Bikomi Utara. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan setelah sebelumnya pihaknya memperoleh informasi bahwa desa tersebut kerap mengalami krisis air bersih setiap tiba musim kemarau. Sebanyak 288 kepala keluarga di desa tersebut harus berjuang untuk mencari air bersih hingga ke desa tetangga selama musim kemarau. Bahkan msyarakat harus
rela merogoh kocek guna membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selanjutnya distribusi air bersih gratis oleh Kodim 1618/TTU kepada masyarakat dalam rangka persiapan kunjungan Gubernur NTT, dilakukan pada Minggu (17/11). Sebanyak 15.000 liter disalurkan Kodim menggunakan tiga mobil tanki, kepada masyarakat Desa Haumeniana dan Desa Tubu Kecamatan Bikomi Ninulat. Jumlah masyarakat yg menerima bantuan air bersih sebanyak 324 Kk.

Menurut Djunaidi, kondisi tersebut jelas sangat memprihatinkan, mengingat musim kemarau berlangsung hingga empat bulan lamanya. Selama itu pula masyarakat harus berupaya mencari air bersih untuk keperluan dapur dan MCK. Hal tersebutlah yang mendorong pihaknya menyalurkan bantuan air bersih. Pihaknya berharap bantuan teraebut dapat sedikit menjawab kebutuhan masyarakat akan air bersih.

“Benar, kami salurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter kepada masyarakat di Desa Haumeni Ana dan Tubu. Mereka mengalami krisis air bersih karena musim kemarau. Kami berharap bantuan ini dapat menjawab kebutuhan air bersih masyarakat, minimal untuk keperluan dapur dan MCK,”jelasnya.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan air bersih di Desa Haumeni Ana sesuai rencana akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut hingga Senin (17/11). Selain Desa Haumeni Ana, pihaknya pun telah dihubungi oleh sejumlah kepala desa untuk meminta bantuan air bersih. Permintaan tersebut akan secepatnya ditanggapi dengan penyaluran bantuan air bersih ke desa-desa yang bersangkutan. Pihaknya akan berupaya merealisasikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Masyarakay yang melapor dan meminta bantuan air bersih akan dilayani.

Kepala Desa Haumeni Ana, Petrus Asuat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dandim 1618/TTU dan Babinsa Haumeni Ana atas pemberian bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Haumeni Ana. Sebagai desa yang berbatasan langsung dengan wilayah Distrik Oecusse-RDTL, ia dan warganya kerap mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau tiba. Sumber air bersih sangat jauh dari jangkau masyarakat. Hal itu jelas sangat menyulitkan masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan minum, memasak, dan MCK.

Penyaluran air bersih yang diberikan oleh Kodim 1618/TTU sangat membantu masyarakat. Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa Kodim 1618/TTU memiliki perhatian dan peka terhadap kebutuhan masyarakat di akar rumput. Ia berharap, penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan secara rutin selama musim kemarau. Langkah Kodim 1618/TTU pun harus menjadi contoh bagi Pemerintah Daerah dalam menjawabi kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih karena Kodim 1618/TTU sangat peduli dan peka terhadap kebutuhan masyarakat di desa kami. Air bersih merupakan kebutuhan penting di musim kemarau. Masyarakat benar-benar membutuhkan air bersih untuk kepentingan minum, masak, dan MCK. Kami sangat berterima kasih untuk bantuan ini,” pungkasnya.

Selain Kodim 1618/TTU, pada waktu bersamaan Dinas Sosial Kabupaten TTU pun menurunkan bantuan 5000 liter air bersih. Karena jumlah air yang ada melebihi kapasitas penampungan air yang disiapkan di Desa Haumeni Ana, maka sisa air bersih sebanyak 2500 liter diberikan kepada pos Pamtas TNI Haumeni Ana.(gus/E-1)