Kodim Kerahkan Semua Koramil ‘Perang’ Terhadap Corona

berbagi di:
img-20200325-wa0060

 

 

 

 

Gusty Amsikan

Kodim 1618/TTU menggelar penyuluhan dan imbauan tentang pencegahan penularan virus Corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 di sejumlah Koramil di wilayah Kodim 1618/TTU, Nusa Tenggara Timur.

Ini adalah upaya Kodim 1618/TTU memberikan edukasi kepada masyarakat di akar rumput terkait virus corona dan bagaimana mencegah penularannya. Masyarakat di akar rumput dapat secara mandiri menerapkan upaya pencegahan terhadap penyebaran virus tersebut termasuk dengan melakukan social distancing.

Penyuluhan di Kantor Desa Nian, Kecamatan Miomaffo Tengah oleh Pasi Ter Kodim 1618/TTU Kapten Inf. Agus Ahang. Sementara Koramil 1618-06/Biboki Anleu melakukan penyuluhan di Desa Ponu dan Desa Oemanu Kecamatan Biboki Anleu.

Pada Selasa (24/3), Koramil 1618-06/Biboki Anleu pun melakukan penyuluhan dan imbauan terkait Covid -19 di pasar Maukabatan. Penyuluhan dan imbauan serupa juga dilaksanakan oleh Koramil 1618-01/Miomaffo Timur di Desa Banain C Kecamatan Bikomi Utara.
Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, para Babinsa menyampaikan perkembangan nasional tentang wabah virus corona (Covid 19) serta kebijakan Presiden RI, Gubernur NTT dan Bupati TTU tentang social distancing. Pada kesempatan itu, para prajurit Kodim 1618/TTU mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas/kekebalan tubuh meningkat. Masyarakat dianjurkan mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer berbasis alcohol. Selain itu, masyarakat diimbau menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya adalah dengan memperhatikan etika batuk dan bersin. Masyarakat diimbau menutup hidung mulut dengan tisu atau lengan atas bagian dalam, bukan dengan telapak tangan, ketika batuk dan bersin.

Selain itu, masyarakat pun diimbau melakukan social distancing dengan menghindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum, serta menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut karena tangan menyentuh banyak hal terkontaminasi virus. Jika menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dengan mudah masuk ke tubuh. Masyarakat juga diimbau menggunakan masker dengan benar hingga menutup mulut dan hidung ketika sakit atau saat berada di tempat umum dan membuang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu mencuci tangan dengan sabun.

Sebelumnya, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi mengatakan TNI akan bersinergi dengan Pemerintha Daerah untuk melakukannupaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. Akan ada kebijakan dari Pemerintah Provinsi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah terkait penghentian arus lalu lintas dari Timor Leste ke Indonesia. Pihaknya akan bersama-sama Pemerintah dan stakeholder terkait memantau arus lalu lintas di pintu perbatasan RI-RDTL.

Menurut Roni, pihaknya saat ini masih menanti instruksi dan kebijakan dari Pemerintah Provinsi. Apapun kebijakan yang dikeluarkan terkait upaya pencegahan penyebaran virus corona, pihaknya akan siap melaksanakannya. Hal iti diharapkan dapat menutip akses penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten TTU.

“Untuk wilayah perbatasan kami bersinergi dengan Pemerintah Daerah. Akan ada kebijakan dari Pemerintah Provinsi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten terkait kebijakan untuk mengeliminir atau menghentikan arus lalu lintas dari Timor Leste ke Indonesia. Ini akan kita pantau bersama. Kita menanti kebijakan dari Pemerintah Provinsi dan akan kita laksanakan sesuai instruksi dari pimpinan,”pungkasnya.(bev/ol)