Komunitas Peduli Pendidikan Bantu Sekolah di Ile Ape

berbagi di:
0b5aa37d-6548-4ff9-9e6f-1e39c6fbb197

Koordinator Komunitas Peduli Pendidikan NTT di Wilayah Lembata Don Lorenso DVG (kanan) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala SMA Swasta Ile Ape Kabupaten Lembata Isidorus Dori (kiri), Rabu (3/3). Foto: Istimewa

 

 

Pascal Seran

Komunitas Peduli Pendidikan NTT membantu salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Ile Ape, Kabupaten Lembata, Rabu (3/3). Bantuan berupa seng, paku dan masker kepada anak-anak di wilayah Ile Ape itu merupakan bentuk kepedulian komunitas terhadap pendidikan di NTT.

Hal itu diungkapkan, Koordinator Komunitas Peduli Pendidikan NTT di Wilayah Lembata Don Lorenso DVG dalam rilisnya yang diterima VN, Rabu (3/3) malam.

Don menjelaskan, bantuan yang diserahkan kepada salah satu SMA di Ile Ape itu berupa seng sebanyak 50 lembar dan paku seng sebanyak lima kilogram. “Bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian komunitas tentang dunia pendidikan, terutama wilayah Ile Ape karena beberapa waktu lalu wilayah ini mengalami bencana alam, yakni meletusnya Gunung Ile Lewotolok. Saat itu, kita menggalang dana untuk korban letusan dengan sasaran pendidikan. Puji Tuhan walaupun tidak seberapa, tetapi setidaknya bisa membantu meringankan saudara-saudara kita di sini,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, kata Don, pihaknya juga akan membagikan masker kepada anak-anak. “Kita juga akan membagikan masker kepada anak-anak di wilayah Ile Ape karena yang terkena dampak bencana alam beberapa waktu lalu,” tegas Don.

Dia juga mengapresiasi rekan-rekan komunitas dan semua pihak yang sudah berdonasi. “Kami berterima kasih kepada semua mereka yang sudah mendukung kami, terutama Kios Kaos Kupang menyumbangkan 150 pcs masker, Ibu Andy Carmila, Bapak Rally Amnifu, Ibu Marthalena Erbin Nahak, Ibu Marlyn dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu,” pungkasnya.

Kepala SMA Swasta Ile Ape Kabupaten Lembata Isidorus Dori saat menerima bantuan itu merupakan salah satu sekolah berbasis masyarakat yang didirikan pada tahun 2006. “Sekolah ini berbasis masyarakat karena sekolah ini awalnya didirikan atas prakarsa dan inisiatif seluruh masyarakat Kecamatan Ile Ape yang diwakili oleh para kepala desa se-kecamatan Ile Ape,” jelasnya.

Pada saat itu, kata dia, belum ada pemekaran Kecamatan Ile Ape menjadi dua kecamatan yang sekarang menjadi Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. “Sekolah yang awalnya dipersiapkan menjadi sekolah negeri ini akhirnya batal karena kehadiran SMK Negeri Ile Ape dan menyusul SMA Negeri Ile Ape yang baru,” tutur Isidorus Dori.

Isidorus menjelaskan, SMA Ile Ape sejak tahun 2006 sampai tahun 2015 proses KBM sekolah ini terjadi di gedung bekas kantor camat Ile Ape. “Sampai sekarang, sekolah yang telah menamatkan 860 alumni ini memiliki 15 guru dan 61 siswa dari kelas satu sampai dengan kelas tiga. Dilihat dari perkembangan fisik, sekolah ini memiliki satu ruang kelas permanen bantuan Pemkab Lembata tahun 2015 dan satu Lab Fisika permanen bantuan DAK Propinsi tahun 2017,” ungkapnya.

Karena itu, Isidorus sangat terima kasih kepada Komunitas Peduli Pendidikan NTT yang sudah membantu meringankan beban mereka. “Semoga teman-teman komunitas selalu diberkati Tuhan dan dimudahkan rejekinya,” pungkas Isidorus. (bev/ol)