Kondisi Jalan di Desa Oelomin Memprihatinkan

berbagi di:
img-20200826-wa0017

Inilah kondisi jalan di  RT 03 dan 04 Dusun 01 Desa Oelomin, Kabupaten Kupang yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang. Foto diabadikan, Rabu (26/8) siang. Foto: Yapi Manuleus/vn.

Yapi Manuleus

WARGA Desa Oelomin, Kabupaten Kupang berharap agar Pemkab Kupang memperhatikan pembangunan jalan di Desa yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang tersebut. Hal ini dikarenakan kondisi jalan dari Kantor Desa Oelomin menuju ke arah yang berbatasan langsung dengen Kelurahan Fatukoa sangat memprihatinkan.

Pantauan media ini, Rabu (26/8) siang, jalan sepanjang kurang lebih 2 Kilometer  itu berbatasan langsung dengan Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang. Badan jalan hanya ditutupi sertu tanah putih, membuat debu bertebaran di sepanjang jalan.  Semua kendaraan dan warga yang melintas di ruas jalan tersebut pasti bermandikan debu tanah putih.

Di beberapa bagian lain dari badan jalan tampak bebatuan tajam di sepanjang jalan. Sehingga, para pengendara yang melintasinya harus ekstra berhati-hati. Sementara mobilitas kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut cukup tinggi, sebab Desa Oelomin dan Kelurahan Fatukoa merupakan kawasan pertanian penghasil sayur-sayuran, kacang tanah, jambu mente, jagung, padi dan aneka komoditas pertanian lainnya.

img-20200826-wa0019

Warga RT 03, RT 04 Dusun 01 Desa Oelomin Kabupaten Kupang kini sangat mengharapkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur agar bisa memperhatikan kondisi ruas jalan utama teraebut. Sebab ruas jalan itu dibangun tiga tahun lalu secara swadaya oleh  masyarakat. Selain sebagai jalan utama,  ruas jalan itu menghubungkan langsung wilayah Kabupaten Kupang dengan Kota Kupang.

Daud Baitanu, salah seorang warga Desa Oelomin kepada media ini mengatakan, sudah banyak pejabat politik yang ketika turun di lokasi itu saat momen kampanye Politik berjanji untuk memperbaiki jalan itu, namun kini hanya tinggal janji. Jalan tetap berdebu dan dipenuhi bebatuan tajam.

“Itu jalan kami buka secara swadaya tiga tahun lalu itu, dan biasanya kalau kampanye di sini mereka (para kandidat) janji kalau naik akan perbaiki itu jalan tapi mana,” katanya.

Saking rusaknya, kata dia, tak hanya kendaraan yang kesulitan, pejalan kaki juga sangat kesulitan saat melintas di jalan tersebut.

“Kalau saya mau pi kebun saya lewat jalan hutan saja karena lewat itu jalan makan debu dan batu tajam-tajam semua,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kupang bisa punya mata dan hati untuk segera memperbaikinya.

Ketua RT 03 Dusun 01 Desa Oelomin,  Imanuel Tasey yang dikonfirmasi Media ini di lokasi mengaku jalan tersebut sudah berulang kali diusulkan namun belum juga ada perbaikan.

“Baru-baru ini kita ada usul lagi kaka, jadi semoga saja bisa perbaiki cepat karena kalau mau di bilang juga itu merupakan jalan utama, kasihan orang kalau lewat setengah mati,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Oelomin, Okto Toasu juga sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Kupang agar segera memperbaiki jalan itu, sebab merupakan salah satu akses jalan utama yang terhubung langsung dengan Wilayah Kota Kupang.

“Itu jalan waktu bangun itu secara swadaya dan sudah tiga tahun itu, semoga saja dengan ini bisa ada perbaikan. Karena mau bagaimana pun itu salah satu jalan utama juga,” jelasnya. (Yan/ol)