Kontrak 173 Fasilitator Desa Diperpanjang

berbagi di:
img-20190614-wa0014

 

 

Frengky Keban

Sebanyak 173 fasilitator daerah di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur mendapat perpanjangan kontrak di tahun 2019.

Namun, ada beberapa diantaranya diberhentikan karena tidak mengantongi SK perpanjangan kontrak.

“Saya lupa berapa banyak fasdes yang tidak diakomodir kembali. Tapi ada yang memang diberhentikan dan tidak diperpanjang kontrak di tahun 2019 ini setelah bekerja di tahun 2018,”kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten SBD, Alexander Saba Kodi di Kantor Bupati SBD, Jumat (14/6) siang.

Ia mengatakan salah satu alasan pemberhentian tersebut, yakni adanya beberapa fasdes yang memilih mengikuti konstelasi politik di tahun 2019 kemarin dan ada juga yang diberhentikan dan tidak diperpanjang kontraknya karena alasan indisipliner.

“Ada yang tidak masuk kerja beberapa bulan dan itu yang menjadi pertimbangan juga dari pimpinan daerah untuk keluarkan SK yang baru,” ungkapnya.

Untuk gaji para Fasdes yang sudah bekerja hingga Mei sebelum SK dikeluarkan, Alexander tidak mau berkomentar lebih jauh karena baginya hal tersebut merupakan kewenangan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan bersama Dinas Keuangan SBD.

Hal senada pun disampaikan Penjabat Setda SBD, Fransiskus M. Adilalo di kesempatan yang sama.

Ia menyebut bahwa pihaknya akan mempertimbangkan segala hal yang berkaitan dengan nasib para tenaga kontrak yang SK-nya tidak diperpanjang kontraknya khususnya gaji.

“Tentu ini akan jadi pertimbangan kami. Kami juga tahu bahwa banyak dari mereka yang sudah bekerja dari Januari. Saya pikir kami pemerintah tidak mungkin lepas tangan toh itu adalah hak mereka yang perlu mereka dapatkan apalagi mereka suda bekerja,” tegasnya. (bev/ol)