Kontraktor Harus Punya Tenaga Ahli

berbagi di:
Plt Kadis PUPR Maksi Nenabu memberi arahan bagi para kontraktor dalam acara penandatangan kontrak untuk paket proyek strategis di aula PUPR, Senin (15/4). Foto: Stef Kosat/VN

Plt Kadis PUPR Maksi Nenabu memberi arahan bagi para kontraktor dalam acara penandatangan kontrak untuk paket proyek strategis di aula PUPR, Senin (15/4). Foto: Stef Kosat/VN

 

 

Stef Kosat

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi NTT, Paulus Tanggela, sebagai pembina dan yang memberi sertifikasi bagi para rekanan mengatakan semua kontraktor harus memiliki tenaga terampil dan tenaga ahli agar proyek yang dikerjakan berkualitas baik.

“Kita sudah sering bertemu dan hal ini saya sampaikan lagi agar semua kita memberi yang terbaik untuk daerah ini,” kata dia.

Soal kualitas proyek, kata dia, sesuai dengan amanat UU Nomor 12 Tahun 2017.

“Kalau kita bicara kompeten, maka pekerjaan berkualitas itu dituntut tenaga-tenaga terampil dan kompeten. Sehingga para kontraktor perlu memiliki pekerja yang punya keterampilan, pengetahuan dan mental yang baik. Tidak ada cara lain untuk menghasilkan proyek dengan mutu dan kualitas tinggi tanpa tenaga ahli serta tenaga terampil. Para tenaga ahli dan tenaga terampil juga harus disertifikasi supaya kontraktor juga tidak boleh mempekerjakan orang tanpa sertifikat kompetensi,” tegasnya.

Ia mengingatkan selain kualitas, proyek yang diselesaikan tepat waktu ditunjang oleh tenaga-tenaga ahli dan terampil. “Agar semua proyek yang telah ditandatangani harus diselesaikan sesuai tenggat waktu yang ditentukan harus dipenuhi dan tidak perlu ada proyek yang mangkrak. Bila perlu ke depan para kontraktor boleh mengumpulkan pekerjanya untuk diberi pelatihan oleh asesor dan akan diberi sertifikasi dari LPJK supaya tenaga kerja kita ke depan juga bisa bersaing dengan pekerja dari luar,” pungkas Paulus. (mg-01/C-1)