Koperasi di NTT Maju, BUMD tidak Dibutuhkan

berbagi di:
img-20201024-wa0043

 

 

 

 

Pertumbuhan koperasi di NTT yang mencapai 50 persen dinilai terbaik di Indonesia lantaran hampir semua masyarakat sudah berkoperasi. Jika koperasi di Provinsi NTT maju dan tumbuh luar biasa seperti di Kabupaten Sikka, maka pemerintah tidak membutuhkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau perusahaan daerah, karena koperasi bisa ambil alih.

Penegasan tersebut dikemukakan
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam wawancara ekslusif dengan VN di Aston Kupang Hotel, Jumat, (23/10) malam. Teten  didampingi Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Penanganan Stunting Sarah Lery Mboeik.

Namun, lanjut Teten, koperasi di NTT baru sebatas simpan pinjam, dan belum mengarah ke produksi. Sehingga perlu didorong masyarakat untuk berkoperasi
dan menjadi instrumen dalam
dunia usaha mikro.

Untuk itu, kata Teten, koperasi
harus memperkuat pembiayaannya bukan hanya menggunakan duit anggota tetapi juga ada investasi dari pemerintah.

“Kami juga telah berinvestasi. Kita mendorong mereka masuk ke koperasi menjadi instrumen dalam usaha mikro,” ujarnya.

Ia mengaku telah membantu
sejumlah koperasi di NTT dari segi pembiayaan diantaranya koperasi Talenta, Obor Mas, dan TLM dengan total anggaran mencapai Rp200 miliar.

“Koperasi yang telah dibantu
Kementerian Koperasi dan UKM di NTT yakni KoperasiTalenta, Obor Mas, dan TLM yang mencapai Rp200 miliar lebih yang kita bantu dan sudah 8 jalan prosesnya.

“Kami mendorong di sektor produksi. Harus pilih komoditi yang mana produksinya besar agar tidak sebatas ekonomi subsistem untuk memenuhi ekonomi keluarga,” jelasnya.

Urutan Pertama Nasional, Teten menjelaskan, pertumbuhan  Koperasi di NTT lebih tinggi dari pertumbuhan koperasi tingkat nasional yang hanya mencapai 8 persen, dan pertumbuhan koperasi internasional yang baru mencapai 16 persen.

“Paling tinggi itu NTT, secara nasional di Indonesia dari jumlah total jumlah masyarakatnya baru mencapai 8 persen. NTT sudah 50 persen..

Salah satu koperasi di NTT yakni Koperasi Obor Mas itu sudah masuk nomor empat koperasi terbaik di Indonesia,” jelasnya.

Melihat pertumbuhan koperasi yang sangat signifikan, Teten menyarankan agar Gubernur menjadikan NTT sebagai Provinsi Ekonom Koperasi “Ada koperasi besar di NTT seperti Obor Mas, Kopdit Swasti Sari, Kopdit Pintu Air, dan TLM sehingga saya sarankan Pak Gubernur menjadikan NTT sebagai provinsi ekonomi koperasi. Dengan begitu dapat membantu memberantas kemiskinan dan stunting karena perputaran ekonomi masyarakat itu berjalan baik,” ujarnya.
Naik Kelas
Saat berkunjung ke Dekranasda NTT, Teten menyampaikan ke depannya
UMKM yang sudah dikembangkan
model bisnisnya di NTT, bisa naik kelas sehingga hasil usahanya tidak hanya dipasarkan di daerah saja tetapi juga bisa nasional daninternasional.

Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat mengapresiasi kunjungan Menteri Teten karena bisa mengetahui potensi yang ada di NTT dan tentu memiliki bayangan mengenai apa yang mau dikembangkan.

Ia mencontohkan, usaha kelor yang saat ini digalakkan Gubernur NTT ternyata sudan Jerman sudah duluan. Ada kemungkinan kelor tersebut berasal dari Indonesia, khususnya NTT.

“Saya juga merasa senang karena akan diundang dan dilibatkan bersama dinas dan dekranasda untuk bagaimana
bersinergi mata rantai ini dari hulu ke hilir,” tutupnya. (mg/10 look o ok0/mg-21/S-1).