Korban Bencana di Kabupaten Kupang masih Kesulitan Air Bersih

berbagi di:
img-20210408-wa0026

Rumah warga yang rusak diterjang angin kencang dan hujan lebat, di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. Foto: Afret Otu/vn.

Afret Otu

Korban bencana banjir akibat meningkatnya intensitas siklon tropis seroja akhir pekan lalu, di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga  terdampak bencana terpaksa harus membeli sendiri.

Selain masih sulit mendapatkan air bersih warga juga mengaku masih membutuhkan bantuan beras atau bantuan makanan instan di dapur umum.

Salah satu warga terdampak bencana Benyamin Manune di Naibonat, Kabupaten Kupang, Kamis (8/4) mengatakan pascabencana warga terdampak di Naibonat mengalami kekurangan air bersih untuk kebutuhan masak maupun mandi dan cuci.

Menurutnya, para korban terdampak bencana harus membeli sendiri air bersih untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum selama di tempat pengungsian.

“Sudah terdampak lagi dan susah.  Namun harus berjuang untuk peroleh air minum dengan beli, ini sangat memperihatinkan, semoga pemerintah buka mata hati dan cepat tangani ini,” ungkapnya.

Para korban bencana, kata dia, terpaksa membeli air mineral untuk memasak dan minum.

“Karena kalau kita mengharapkan untuk mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah ini susah karena untuk penanganan bencana saja sampai hari ini masih lamban,” tandasnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang sangat lamban tangani korban bencana banjir. Sebab, sampai saat ini warga yang terdampak bencana belum mendapatkan bantuan dari Pemkab Kupang. (Yan/ol)