Korban Penikaman Sempat Melawan Sebelum Tewas

berbagi di:
ilustrasi mayat

Berchmans Nahak

 

 

Tim penyidik kasus pembunuhan purnawirawan TNI Joao Fereira Vicente, menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus tersebut di Mapolres Belu, Nusa Tenggara Timur, Jumat (28/7). Dalam rekonstruksi terungkap korban sempat melakukan perlawanan sehingga dihujani tikaman pisau oleh tersangka Daniel Seran alias Danker dan Marius Mesak alias Marius.
Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Minggu (18/6) malam.

Peristiwa tersebut bermula saat Danker minum kopi di rumah adat Mayor di Kilometer 16, jalan jurusan Atambua-Halilulik. Saat itu tersangka Marius datang menemuinya. Danker menyuruh Marius memanggil tersangka Ayu Paebesi dan ketiganya bertemu di dalam rumah adat tersebut.

Setelah itu, Marius bersama Ayu pergi meninjau lokasi yang hendak dijadikan tempat mengeksekusi korban, yakni di semak-semak di Kimbana. Keduanya mengendarai sepeda motor. Sepulang dari lokasi itu, Ayu menelpon korban (Joao Vicente). Sementara itu, Yohanes Atok alias John mengantar Marius dan Danker menuju lokasi menggunakan mobil Kia DH 9694 EF.  Tiba di lokasi yang direncanakan, John pulang sementara Marius dan Danker bersembunyi di semak-semak. Tak lama berselang, korban bersama Ayu pun tiba dengan mengendarai sepeda motor milik korban. Dalam perjalanan menuju lokasi, Ayu sempat menghubungi (misscall) Danker. Setibanya di lokasi, Ayu dan korban turun dari motor dan duduk berduaan di semak-semak pada malam itu.

Saat itu, korban sempat memberikan sejumlah uang kepada Ayu yang diambilnya dari jok sepeda motor. Tiba-tiba tersangka Danker dan Marius keluar dari semak-semak dan langsung menuju ke arah korban dan Ayu. Danker menarik tangan korban. Merasa terancam, korban mencabut sangkur dan hendak menikam Danker. Namun, Marius sigap menangkap pergelangan tangan korban dan merebut sangkurnya. Saat itu, Ayu jatuh pingsan. Korban sempat menendang Danker agar melepaskan pegangan. Danker sempat terpental dan kembali mendekati korban sambil mencabut pisaunya dan menikam perut korban. Marius dan Danker terus menghujani sekujur tubuh korban dengan tikaman.
Dalam kondisi terluka, korban terus berusaha memberikan perlawanan karena itu kedua tersangka pun terus menikam tubuh korban dengan pisau. Korban tidak berdaya ketika Danker untuk kesekian kalinya menikam perut korban. Korban terjatuh bersimbah darah.
Saat itu Danker memanggil Herman Berek alias Dije membawa senter untuk memastikan kondisi korban apakah sudah meninggal dunia atau belum. Setelah korban dipastikan sudah tidak bernyawa, tersangka Danker dan Marius membopong Ayu yang masih pingsan meninggalkan lokasi. Sementara itu, Dije diminta segera mengambil mobil untuk membawa mereka pulang.

Kasat Reskrim Polres Belu Iptu Jemy Oktovianus Noke mengatakan, rekonstruksi kasus dilaksanakan guna mencocokkan keterangan para saksi tersangka yang sudah dimasukkan dalam BAP. Langkah ini merupakan salah satu bagian dari penyempurnaan BAP para tersangka sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan.

Terkait tersangka Marius yang masih DPO, dikatakannya bahwa penyidik tetap melacak keberadaannya untuk ditangkap.