Korwil Wewewa Timur Kaget Ada Perubahan Angka

berbagi di:
img_20190523_221231

Roni Malelak. Foto: Frengky Keban/VN

 

Frengky Keban
Koordinator wilayah pemilu Dapil II, Wewewa Tengah, Wewewa Tengah, dan Wewewa Utara, Roni Malelak mengaku kaget dengan adanya perubahan suara DPR RI di wilayah Wewewa Timur yang diduga melibatkan salah satu caleg DPR RI dan PPK. Pasalnya, selama ini dirinya intens melakukan pendampingan dan monitoring terhadap kerja PPK di wilayah Wewewa Timur.

Hal ini disampaikan oleh Roni Malelak kepada wartawan usai memberikan klarifikasi kepada Bawaslu terhadap kasus dugaan pergeseran suara di Wewewa Timur, Kamis (23/5) malam di Kantor Bawaslu SBD.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Bawaslu SBD, Niko Kaleka.

Roni mengaku tidak menduga adanya pergeseran suara yang mencuat dalam pleno KPUD Tingkat Kabupaten beberapa waktu lalu. Hal ini tidak lepas dari proses pemilu di tingkat kecamatan yang menurutnya berlangsung aman dan transparan tanpa ada masalah sedikitpun. Bahkan sebelum pleno kabupaten, kata Roni, ia bersama dengan komisioner KPU Provinsi, Lodowyk Frederik masih melakukan supervisi dan penguatan kepada ketua PPK, Paulus Tamo Ama.

“Saya kaget saat Ibu Ratu Wulla Talu menyebut adanya dugaan pergeseran suara di DPR RI saat pleno di kabupaten dan sesuai data DA yang diprint out yang di terima saksi memang ada pergeseran suara di sana. Kami sudah lakukan penguatan waktu itu, bahkan mengingatkan ketua PPK untuk tidak main-main dalam proses pemilu ini. Tapinya nyatanya suara berubah saat itu. Iya betul saya marah dan kecewa dengan hal ini karena memang di DA1 yang merupakan rekapan suara tiap desa dalam kecamatan tidak disalin dari DAA1 plano,” katanya

Atas temuan itu, pihak PPK wewewa Timur, katanya, sudah melalukan perbaikan atas pergeseran suara tersebut dan sudah disepakati oleh para saksi partai yang mengikuti pleno.(bev/ol)