KPK Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi di Sejumlah Perguruan Tinggi

berbagi di:
kpk

 

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera menyelesaikan proses hukum dugaan kasus korupsi yang terjadi di sejumlah perguruan tinggi negeri. Pasalnya, perguruan tinggi merupakan tempat melahirkan kaum intelektual.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi mengatakan, ada dua alasan KPK harus konsentrasi membersihkan kampus dari praktik korupsi. Menurut dia, kampus seharusnya menjadi sumber tata nilai dan melahirkan kaum intelektual. Bukan sekadar memproduksi akademisi, sehingga tak bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Jauh bedanya antara akademisi dan intelektual. Kalau akademisi hanya memahami ilmu pengetahuan dari sisi keilmuan (rasio) semata. Tapi intelektual memahami ilmu pengetahuan dengan dilandasi moral (intelektual) sehingga melihat segala sesuatu dengan rasa dan persepsi yang luas,” kata Adhie dalam keterangannya, Selasa (4/7).

Kemudian, penuntasan korupsi di sejumlah kampus juga untuk membebaskan civitas akademika dari beban moral almamaternya yang tersandera oleh skandal korupsi.

“Jangan sampai kian berkembang isu ada mobilisasi para akademisi (profesor) dari sejumlah PT karena mereka tersandera atau disandera skandal korupsi di kampus masing-masing, sehingga tidak ada jalan lain kecuali mendukung KPK melawan pansus hak angket yang dirancang DPR untuk mengembalikan fokus KPK ke jalan pemberantasan korupsi yang terstruktur dan terukur,” jelas Adhie.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir sebelumnya menyebut hampir tiap perguruan tinggi negeri punya bangunan mangkrak. Jika ditotal, nilai kerugian negara bisa mencapai Rp9 triliun, lebih besar dari skandal Bank Century sebesar Rp6,7 triliun.

Ketua KPK Agus Rahardjo juga mengakui menerima laporan dugaan korupsi di sejumlah perguruan tinggi. Adapula, temuan indikasi korupsi terkait pemilihan rektor di sejumlah perguruan tinggi negeri.

Namun, mantan juru bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu heran KPK tak melanjutkan pengusutan indikasi korupsi di sejumlah perguruan tinggi. Ia tak ingin hal itu terjadi agar KPK mendapat dukungan dari kalangan akademisi.

“Kalau benar itu yang terjadi, ini berbahaya bukan saja untuk civitas akademika di negeri ini, tapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia,” kata Adhie.

 

Sumber : metrotvnews.com