KPK Panggil Keponakan Novanto Jadi Saksi Kasus e-KTP

berbagi di:
Irvanto Hendra Pambudi

 

 

KPK memanggil mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi sebagai saksi perkara dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Irvanto akan dimintai keterangan untuk pamannya, Setya Novanto, yang kini berstatus tersangka.

“KPK memanggil ketiga saksi untuk dimintai keterangan terkait saksi SN (Setya Novanto),” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (31/7/2017).

Selain Irvanto, KPK memanggil Toni dari unsur swasta serta Yuliana, yang merupakan karyawan swasta. Pada Kamis (27/7), KPK menggeledah kediaman Irvanto terkait kasus e-KTP.

“Dari penggeledahan, disita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik,” tutur Febri.

KPK terakhir kali mencegah Irvanto ke luar negeri pada Senin (24/7). Pencegahan ini dilakukan untuk pemeriksaan e-KTP atas tersangka Setya Novanto.

Irvanto juga pernah menjadi saksi dalam proses penyidikan untuk tersangka Andi Narogong serta proses pengadilan dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Dalam persidangan perkara dugaan korupsi e-KTP pada Kamis (27/4), Irvanto membeberkan keikutsertaannya dalam proses lelang proyek pengadaan e-KTP. Irvanto membentuk konsorsium yang dibahas dalam rapat di ruko Fatmawati.

Irvanto dalam sidang juga menyatakan mengenal Andi Narogong. Dia mengenal Andi sejak SMA karena Andi merupakan kakak Vidi Gunawan.

PT Murakabi Sejahtera, menurutnya, sempat bergabung dalam salah satu konsorsium yang ikut ambil bagian dalam lelang proyek e-KTP. Hanya, konsorsium Murakabi kalah oleh PNRI, yang keluar sebagai pemenang tender.

 

 

Sumber: detik.com