KPU Sortir Surat Suara dengan Melibatkan Masyarakat

berbagi di:
img-20201130-wa0029

 

Suasana saat proses penyortiran surat suara di Aula Biinmaffo, TTU, Senin (30/11).

 

 

 
Gusty Amsikan

 

 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten TTU mulai melakukan penyortiran surat suara, Senin (30/11). Proses penyortiran dilakukan dengan melibatkan 120 orang yang berasal dari kelompok masyarakat dan mahasiswa. Sesuai jadwal, proses penyortiran surat suara akan berlangsung selama dua hari. Sementara, jumlah surat suara yang diterima KPU TTU sebanyak 172.385 ditambah cadangan 2,5 persen untuk setiap TPS atau sekitar 4.000 lebih surat suara cadangan.

Ketua KPU TTU, Paulinus Lape Feka, ketika diwawancarai media ini, Senin (30/11) di Kefamenanu mengatakan pihaknya  melakukan penyortiran terhadap surat suara yang sudah tiba dan akan digunakan pada 9 Desember 2020. Penyortiran surat suara bertujuan melihat dan memastikan surat suara rusak atau tidak layak untuk dipisahkan. Sementara surat suara yang baik langsung dilipat dan dipacking untuk kepentingan distribusi ke masing-masing TPS.

Menurut Paulinus, Proses penyortiran dilakukan dengan melibatkan 120 orang yang berasal dari kelompok masyarakat dan mahasiswa. Para penyortir dikelompokkan menjadi sembilan kelompok. Pelibatan pihak luar dalam proses penyortiran lantaran waktu penyortiran sangat terbatas. Selain itu, jumlah personalia di KPU TTU juga terbatas.

“Rencana sortir kita target dua hari, tapi kalau selesai lebih awal kita segera selesaikan. Yang melakukan penyortiran hari ini kita pake kelompok masyarakat, ada kelompok keagamaan dan juga mahasiswa. Personil yang kita persiapkan sebanyak 120 orang yang terbagi dalam sembilan kelompok. Terkait upah, dua ratus rupiah per surat suara termasuk pajak,”jelasnya.

Sementara terkait jumlah surat suara, Paulinus menjelaskan jumlah surat suara yang dikirim sebanyak jumlah DPT ditambah surat suara cadangan sebanyak 2,5 persen per TPS. Jumlah surat suara cadangan untuk 518 yang tersebar di 24 Kecamatan di Kabupaten TTU sebanyak 4.000 lebih. Sementara jumlah surat suara sesuai DPT sebanyak 172.385 surat suara.

Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kabupaten TTU, Nonato Sarmento, mengatakan untuk proses pengawasan penyortiran surat suara, pihaknya membagi seluruh pengawas dalam sembilan kelompok sesuai dengan jumlah kelompok penyortir. Masing-masing kelompok penyortir diawasi oleh tiga orang pengawas. Pihaknya melakukan pengawasan terhadap proses pensortiran maupun proses pengesetan dan pelipatan surat suara.

Menurut Sarmento, pihaknya memastikan para penyortir benar-benar memilah surat suara berdasarkan kriteria-kriteria surat suara yang rusak misalnya degradasi terhadap proses percetakannya, ada noda hitam, kategori surat suara yang mungkin lecet, atau sudah dilubangi. Dalam proses pengawasan, pihaknya menemukan ada beberapa surat suara yang sudah lubang di bagian luar dan bukan pada nomor urut, foto, maupun nama pasangan calon.

“Itu juga termasuk kategori surat suara yang memang tidak layak dipakai untuk proses pemungutan suara.¬† Selain itu juga ada satu atau dua surat suara ada dagrasi atau bayangan yang muncul dan itu masuk kategori yang rusak. Jumlahnya belum dipastikan karena masih dalam proses,”imbuhnya.

Pantauan media ini, kegiatan penyortiran tersebut digelar di Aula Biinmaffo. Kegiatan tersebut juga mendapat pengamanan dari pihak kepolisian dan anggota TNI dari Kodim 1618/TTU. (Yan/ol)