KPU Terima LPSDK 15 Parpol Peserta Pemilu

berbagi di:
foto-hal-01-cover-marianus-minggo

 

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang telah menerima Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dari 15 partai politik (Parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu). LPSDK tersebut selanjutnya akan diaudit oleh auditor yang telah ditunjuk.

Ketua KPU Kota Kupang Marianus Minggo melalui Divisi Hukum dan Pengawasan yang membidangi dana kampanye, Deky Ballo, Rabu (2/1), menjelaskan bahwa 15 partai politik yang ada di Kota Kupang hingga pukul 18:00 Wita sudah
melaporkan LPSDK Pemilu 2019.

“Sudah 15 partai politik yang melaporkan LPSDK. Minus Partai Bulan Bintang (PBB) karena mereka tidak memiliki calon legislatif di Kota Kupang,” kata Deky Ballo.

Menurut Deky Ballo, Partai Berkarya merupakan partai terakhir yang melaporkan LPSDK pada pukul 17:57 Wita. Sebelumnya, partai politik yang sudah melaporkan LPSDK adalah Partai NasDem, Golkar, PDIP, Demokrat, Gerindra, PKS, PAN dan PKB. Selanjutnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, PKPI, PPP dan Partai Hanura.

“Semua Parpol sudah memasukkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK). Kemudian LPSDK juga semua parpol sudah laporkan. Jadi ini merupakan laporan kedua. Setelah LPSDK, akan ada laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) yang akan dilaksanakan 14 hari setelah proses pemungutan suara. Setelah 17 April mendatang atau pasca pemilu baru akan dimasukkan LPPDK,” kata Deky Ballo.

Menjawab pertanyaan media ini terkait partai apa yang memiliki anggaran kampanye terbesar, Deky Ballo mengaku tidak mengetahui hal tersebut, karena KPU Kota Kupang telah memilih kantor akuntan publik yang akan mengaudit besaran dana kampanye partai politik.

“Kita tidak mengetahui soal anggaran itu, karena KPU telah memilih kantor akuntan publik yang mengaudit anggaran dana kampanye,” kata Deky Ballo.

Terpisah, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Amsal Mauta, mengatakan bahwa PSI Kota Kupang tidak mendapatkan bantuan anggaran dari DPP PSI, sehingga yang dilaporkan adalah sumbangan dari anggota parpol yang merupakan calon anggota legislatif PSI Kota Kupang sendiri.

“Laporan dari teman-teman caleg itu bervariasi. Paling besar itu Rp 5 juta karena kita punya alat peraga kampanye (APK) sedikit, sehingga anggaran sedikit. Kita kebanyakan door to door,” kata Amsal Mauta.
Amsal Mauta menjelaskan, PSI Kota Kupang memiliki 40 orang calon legislatif yang tersebar di lima daerah pemilihan. Para caleg tersebut bekerja dan berjuang secara bersama-sama demi membawa aspirasi masyarakat. Walau kompetisi politik cukup ketat tapi masing-masing caleg telah bekerja sesuai harapan yang ada dan diletakkan di bahu mereka.

“Kami hanya berharap dan harapan itu adalah selalu berada di hati masyarakat pemilih, sehingga caleg kita bisa membawa aspirasi masyarakat saat duduk di kursi DPRD Kota Kupang untuk periode mendatang,” kata Amsal Mauta.

Berikut 15 partai politik yang sudah melaporkan LPSDK di KPU Kota Kupang yakni Partai NasDem, Golkar, Gerindra, PKB, PKS, PAN, PDIP, PSI, PKPI, PPP, Perindo, Berkarya, Garuda, Demokrat dan Hanura. (mg-10/R-2)