Kunjungan Wisman 2020 Anjlok, Tantangan di 2021 Masih Berat

berbagi di:
img-20210227-wa0001

Sekda Rote Ndao Jonas M Selly

 

 

 

Frangky Johannis

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik sepanjang tahun 2020 hanya sebanyak 3.606 kunjungan. Dibandingkan kunjungan wisman pada tahun 2019 yang mencapai 4.988 kunjungan, maka terjadi penurunan sekitar 27,71 persen.

Hal tersebut disampaikan Sekda Rote Ndao Jonas M Selly, didampingi Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Yesy Dae Pany, yang dikonfirmasi VN, di ruang kerja Sekda, Sabtu (27/2) petang.

Menurut Jonas, data kunjungan wisatawan ke Rote Ndao tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa tahun 2018 sebanyak 3.861 kunjungan, terdiri dari 2.060 wisman dan 1.801 wisatawan domestik. Tahun 2019 sebanyak 4.988 kunjungan, terdiri dari 2.481 wisman dan 2.507 wisatawan domestik, dan tahun 2020 sebanyak 3.606 kunjungan yang terdiri dari 96 wisman dan 3.510 wisatawan domestik.

“Terjadi penurunan drastis wisman dari tahun 2018 dan 2019 dari sekitar 3.000-an kunjungan menjadi hanya 96 kunjungan pada tahun 2020. Penurunan kunjungan wisman ini tak lepas dari dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan sektor-sektor pendukungnya,” kata Jonas Selly.

Dikatakan Jonas, hal menggembirakan adalah terjadi kenaikan kunjungan wisatawan domestik dari tahun 2018 sebanyak 1.801 kunjungan, tahun 2019 sebanyak 2.507 kunjungan, dan tahun 2020 naik menjadi 3.510 kunjungan.

Masih menutnya, estimasi tahun 2021 ini masih belum menggembirakan dikarenakan Indonesia masih harus fokus untuk menangani pandemi Covid-19 dengan berbagai upaya, di antaranya pembatasan-pembatasan sosial.

“Tahun ini kita masih ada tantangan berat bagi sektor pariwisata bila pandemi ini masih ada. Kunjungan wisman masih sulit diharapkan membaik, sehingga diharapkan wisatawan domestic bisa mendongkrak kelesuan ini,” kata dia.

Dukungan Mulut Seribu

Ketika ditanya terkait feedback pembangunan Desatinasi Unggulan Mulut Seribu yang dibangun Pemprov NTT, Sekda Jonas katakan, secara jujur ada signal kuat keberhasilan penataan Mulut Seribu dalam rangka mendongkrak sektor pariwisata Rote Ndao. Hanya saja fasilitas yang dibangun tahun 2019 itu baru diresmikan pada Juni 2020 di tengah pandemi Covid-19, sehingga belum tampak secara nyata.

“Kita semua tahu bahwa fasilitas di Mulut Seribu itu baru diresmikan Gubernur NTT VBL pada saat pencanangan New Normal bulan Juni 2020 lalu, namun sampai saat ini kita masih berada pada masa pandemi Covid-19. Kami berharap sesuai vaksinasi Covid-19 di Indonesia tuntas, maka kemungkinan patriwisata akan bergulir kembali dan kita siap untuk laksanakan agenda tahunan Festival Mulut Seribu untuk mendongkrak pariwisata kita,” ujarnya. (bev/ol)