Kunjungi Korban Longsor, VBL Janji Benahi Area Bencana

berbagi di:
img-20190319-wa0010

Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat bertemu korban bencana tanah longsor Di Desa Tondong Belang di Posko. Foto: Gerasimos Satria/VN

 

Gerasimos Satria

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengunjungi lokasi bencana tanah longsor di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling,Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (19/3) siang.

Gubernur VBL menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris senilai Rp 24 juta dan bantuan pembangunan rumah bagi korban bencana longsor yang meninggal dunia di Desa Tondong Belang senilai Rp 60 juta.

Ia mengatakan bencana tersebut sudah disampaikan ke Presiden Jokowi.

Ia mengatakan pemerintah siap membenahi seluruh infrastruktur yang rusak akibat bencana tanah longsor dan banjir di Manggarai Barat serta membantu para korban bencana untuk memperbaiki kembali bangunan rumah yang rusak berat.

“Saya telah memerintahkan seluruh struktur di provinsi untuk membantu seluruh korban bencana alam di wilayah Manggarai Barat. Tentu apa yang dialami, jangan sampao buat kita putus harapan untuk berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya memberi semangat.

Ia mengatakan bencana tak hanya terjadi di Manggarai Barat.

Menurutnya, ke depan perlu ada solusi untuk mencegah longsor terjadi lagi. Rencana membangun jalur alternatif oleh Pemkab Mabar sangat ia apresiasi bahkan ke depan, kata VBL perlu dipikirkan relokasi warga dari lokasi potensi bencana.

“Kita akan gandeng Pemkab Mabar bersama Pemerintah Pusat untuk mendesain agar ke depan jika terjadi longsor, masyarakat tetap selamat dari bencana,” ujarnya.

Kepala Desa Tondong Belang, Fransiskus Saverius Vedi meminta Pemprov memperhatikan puluhan rumah yang terancam ambruk akibat longsor.

“Terkait rencana pemukiman penduduk dipindahkan, kami mengusulkan agar solusinya pemerintah bangun hunian cadangan. Dimana ketika musim hujan tiba, warga Desa Tondong Belang dipindahkan ke hunian cadangan,” pintanya.

Korban tanah longsor Kampung Nobo, Desa Tondong Belang, Petronela Lambus meminta pemerintah memperhatikan pemenuhan kebutuhan hidup korban bencana longsor. Pasalnya,sejumlah anak korban longsor masih berada di perguruan tinggi dan membutuhkan uang sewaktu-waktu. (bev/ol)