Kupang Zero Covid-19, Warga jangan Euforia Berlebihan

berbagi di:
Ernest Ludji Jubir Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Kupang
Ernest Ludji
Jubir Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Kupang

Stef Kosat

SELURUH warga Kota Kupang diingatkan untuk tidak larut dalam euforia berlebihan serta kehilangan kontrol diri dan lingkungan, setelah seluruh pasien terpapar Covid-19 di Kota Kupang, dinyatakan sembuh.

Sebaliknya, warga ibukota provinsi tetap waspada dan disiplin menjalankan protokoler kesehatan Covid-19 karena pandemi virus korona belum berakhir dan Covid-19 belum ada obatnya.

Demikian intisari pandangan Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Kupang Ernest Ludji dan Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi NTT, drg Domi Minggu Mere secara terpisah kepada VN, Senin (27/7) kemarin.

“Terbebasnya Kota Kupang dari kurungan korona selama empat bulan, sangat berarti bagi Pemkot dan masyarakat. Terutama bagi pelaku ekonomi dan sektor lainnya. Puji Tuhan,” ungkap Ernest.

Bagi para pelaku perjalanan, lanjut Ernest, Pemkot Kupang meminta agar setiap orang wajib mengikuti semua protokol kesehatan, baik yang ditetapkan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) maupun di bandara.

“Supaya kota ini aman sebagai daerah transit bagi semua daerah di NTT. Jadi siapa saja yang mendarat di bandara El Tari Kupang wajib mengisi dokumen perjalanan dengan jujur,” tegasnya.

Ia menambahkan, Satgas Covid-19 Kota Kupang mengapresiasi upaya-upaya keras yang ditampilkan para lurah, ketua RT/RW dan para Babinkamtibmas selama empat bulan terakhir.

“Pemkot sangat mengapresiasi sekaligus meminta agar kerjasama terus dilakukan untuk memantau pelaku perjalanan yang masuk ke Kota Kupang agar tetap aman dari korona. Apalagi destinasi wisata di NTT sudah mulai dibuka dan tentunya transit pelaku perjalanan pasti di Kupang sehingga ini perlu perhatian ekstra,” pungkas Ernest.

10 Kabupate/Kota
Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi NTT drg Domi Minggu Mere kepada VN mengatakan bahwa sejak dikurung status zona merah Covid-19 sejak 10 April lalu, Kota Kupang akhirnya terbebas. Sebanyak 38 orang pasien resmi dinyatakan sehat.

“Hasil pemeriksaan terhadap 94 specimen di Laboratorium RSUD WZ Johannes Kupang, ditemukan tiga pasien sembuh, dua di antaranya dari Kota Kupang, dan satu lainnya dari SBD. Dua pasien Kota itu adalah perawat dan bidan di Puskesmas Pasir Panjang,” dr Domi.
Dengan kondisi ini, kata dr Domi, maka Kota Kupang bersama sembilan kabupaten lainnya di NTT, menjadi zona hijau.

Ia mengapresiasi satgas Covid-19 di kabupaten/kota, semua elemen terkait dan masyarakat sehingga sudah 10 kabupaten/kota menjadi zona hijau. Yaitu Kota Kupang, TTS, TTU, Rote Ndao, Sumba Timur, Ende, Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, dan Manggarai.

“Kini, tersisa 21 pasien Covid-19 yang masih dirawat, dari total 145 kasus. Pasien sembuh sudah 123 orang dan satu orang meninggal dunia dengan persentase kesembuhan pasien Covid di NTT 85 persen,” pungka drg Domi. (D-1/ol)