Tuntut Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang, Massa Gotong Dua Keranda Jenazah

- Senin, 10 Januari 2022 | 12:00 WIB
Massa dari aliansi peduli keadilan meletakkan dua keranda jenazah yang bertuliskan Astrid dan Lael, di depan Gedung DPRD NTT dalam aksi damai jilid IV, Senin 10 Januari 2022. Astrid dan Lael adalah korban pembunuhan di Kupang, beberapa waktu lalu.
Massa dari aliansi peduli keadilan meletakkan dua keranda jenazah yang bertuliskan Astrid dan Lael, di depan Gedung DPRD NTT dalam aksi damai jilid IV, Senin 10 Januari 2022. Astrid dan Lael adalah korban pembunuhan di Kupang, beberapa waktu lalu.

KUPANG,VICTORY NEWS-Aliansi Peduli Keadilan kembali menggelar aksi damai Jilid IV. Aksi itu mengambil titik star dari kantor Gubernur NTT, Kantor DPRD NTT dan finish di Markas Polda NTT, Senin, (10/1/2022) pagi.

Pantauan Victorynews, dalam aksi itu, massa aksi yang dikoordinir Christo Kolimon itu, menggotong dua keranda Jenazah. Keranda Jenazah yang ukuran besar dipasang foto almarhum Astrid Manafe dan yang berukuran kecil dipasang foto anaknya, Lael yang menjadi korban pembunuhan di Penkase, Kota Kupang, NTT, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pesawat Bantuan Kemanusiaan dari Indonesia Untuk Afghanistan Tiba di Kabul

Keranda jenazah digotong mulai dari kantor Gubernur NTT menuju kantor DPRD NTT. Di kantor DPRD massa aksi meletakan keranda jenazah di halaman depan kantor DPRD sebagai simbol matinya hati nurani DPRD NTT yang tidak mendengar aspirasi masyarakat. 

"Kami sangat menyayangkan matinya hati nurani DPRD NTT yang tidak mampu memangil Kapolda NTT untuk melakukan RDP, " kata Koordinator Aksi, Christo Kolimon.

Selain mengusung keranda jenazah, massa juga membawa baliho yang berisi aneka tuntutan, yakni menuntut DPRD Provinsi NTT menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kapolda NTT.

Baca Juga: Cek Harga Emas, Hari ini Alami Kenaikan

Ada juga baliho bertuliskan, NTT darurat Kejahatan Kemanusiaan', Mari kawal kasus pembunuhan Astri dan Lael jangan biarkan ketidakadilan melanggengkan kejahatan di Muka Bumi".

Massa juga menuntut suara dari Gubernur NTT sebagai pemimpin daerah. Menuntut Kapolda mengganti penyidik, dan melakukan penyidikan ulang, transparan dalam penyidikan, dan membuka jejak digital semua saksi. 

Baca Juga: Miris, Jalan Talaka Luput Dari Perhatian Pemkot Kupang

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Chris Mboeik: Partai Politik Butuh Media

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:35 WIB
X