Ada Dugaan Pungutan Liar Dari Petugas di Pasar Oeba

- Selasa, 25 Januari 2022 | 14:34 WIB
Koordinator pedagang, Dominggus Adu Dethan (kanan) saat menyampaikan keluhan dan dugaan pungutan liar di pasar Oeba saat RDP dengan Komisi II DPRD Kota Kupang, Selasa (25/1/2022). Foto : Victory News - Rafael L Pura
Koordinator pedagang, Dominggus Adu Dethan (kanan) saat menyampaikan keluhan dan dugaan pungutan liar di pasar Oeba saat RDP dengan Komisi II DPRD Kota Kupang, Selasa (25/1/2022). Foto : Victory News - Rafael L Pura

KUPANG, VICTORY NEWS - Para pedagang di Pasar Oeba, kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD kota Kupang, Selasa (25/1/2022).

Selain persoalan pembongkaran lapak yang belum usai, juga terungkap adanya pungutan liar di pasar.

Koordinator pedagang, Dominggus Adu Dethan mengungkapkan adanya tagian liar dari petugas PD Pasar. Tuduhan itu, ia sertakan dengan bukti karcis pembayaran yang disodorkan ke Komisi II.

"Sesuai aturan, hanya bayar Rp1000 tapi saya diminta bayar Rp3000. Saya mau tanya Rp2000 selama ini dikemanakan?," katanya.

Baca Juga: Soal Pembongkaran Lapak Pasar Oeba, Pedagang kembali Surati DPRD

Dominggus mengatakan, saat penagihan, petugas itu berdalih retribusi sebesar Rp3000 itu juga untuk biaya kebersihan. Padahal, setiap harinya, Dominggus sendiri yang membersihkan dan mengakut sampah-sampah di wilayah itu.

Anggota Komisi II, Roni Lotu geram dengan pungutan liar itu dan meminta segera ditindak.

Roni Lotu, juga menyayangkan ketidakjujuran para pedagang, saat Komisi II turun langsung meninjau pembongkaran lapak di pasar Oeba, 13 Januari kemarin

Saat itu, sebut Roni, para pedagang menyatakan hanya membayar retribusi sebesar Rp1000 rupiah.

Baca Juga: Sadis, Bentrok di Papua, 18 Orang Tewas Terbakar di Gedung Karaoke

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

X