Tanggapi Putusan Hakim Kasus Korupsi Proyek Awalolong, Lembata, JPU dan Kuasa Hukum Masih Pikir-pikir

- Sabtu, 5 Maret 2022 | 10:01 WIB
Para terdakwa kasus korupsi proyek di Awalolong Lembata saat mengikuti sidang secara virtual dari Rutan Kupang.  (Foto : Simon Selly - Victory News)
Para terdakwa kasus korupsi proyek di Awalolong Lembata saat mengikuti sidang secara virtual dari Rutan Kupang. (Foto : Simon Selly - Victory News)

KUPANG, VICTORYNEWS - Usai membacakan amar putusan terhadap terdakwa Abraham Limanto, Silvester Samun dan Middo Aryanto, majelis hakim ketua Sarlota Suek menanyakan kepala Jaksa Penutut Umum (JPU) dan penasehat hukum terkait putusan itu.

“Iya putusan telah dibacakan bagaimana tanggapan JPU dan kuasa hukum, apakah mau terima, atau upaya banding ataukah pikir-pikir,” tanya hakim ketua.

Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Lembata, Herry C. Franklin menjawab pertanyaan hakim dengan pikir-pikir.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Awalolong, Lembata Hakim Vonis Tiga Terdakwa Berbeda

“Yang mulia hakim kami pikir-pikir,” kata Herry menjawab pertanyaan hakim.

Hal serupa juga disampaikan kuasa hukum terdakwa Abraham Limanto, Helan dengan jawaban pikir-pikir. "Kami juga pikir-pikir,” kata Helan.

Usai mendengar jawaban JPU dan penasehat hukum terdakwa hakim ketua Sarlota Suek, menyampaikan sidang diskors dengan putusan ini, penasehat hukum dan JPU bisa mengajukan keberatan 7 hari setelah putusan itu disampaikan.

Baca Juga: Angelina Sondakh Bebas Setelah 10 Tahun Dipenjara

“Baik karena pikir-pikir, penasehat hukum dan JPU mempunyai waktu 7 hari untuk menyatakan sikap,” ujarnya.

Sidang dihadiri JPU Herry C. Franklin dan Hendrik Tiip serta penasehat hukum Abraham Limanto yaitu Helan, dan para terdakwa hadir secara virtual dari Rutan Kelas IIB Kupang.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

X