Kerja Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore Akan Jadi Evaluasi Publik

- Minggu, 27 Maret 2022 | 21:52 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore meninjau lokasi Wisata Kuliner Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, Kamis (24/3/2022) pagi.  (victorynews.id/Simon Selly)
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore meninjau lokasi Wisata Kuliner Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT, Kamis (24/3/2022) pagi. (victorynews.id/Simon Selly)



KUPANG, VICTORYNEWS -- Masa jabatan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, segera berakhir 22 Agustus mendatang. Seluruh yang telah dan belum dilakukan Jefri selama memimpi Kota Kupang akan menjadi penilaian dan evaluasi masyarakat.

Akademisi Fisip Universitas Nusa Cendana Kupang, Lazarus Jehamat menilai sukses dan tidaknya Jefri Riwu Kore perlu dilihat secara obyektif dari segala sektor pencapaian.

Memang tugas seorang wali kota lebih kompleks dari sekedar penataan fisik kota.

Untuk sisi penataan memang Jefri Riwu Kore cukup mampu tapi dari berbagai segi lainnya, kata dia, kerjanya perlu diperiksa lagi.

Baca Juga: Ketua Fraksi PAN DPR RI Sesalkan Pemecatan Eks Menkes dr Terawan Dari IDI

"Soal penataan kota bisa disebut 'ok' hanya dalam konteks yang lain masih harus diperiksa menurut saya," kata dia dalam pesan tertulisnya, Minggu (27/3/2022).

Bila Jefri bertarung lagi pada Pilwalkot 2024 maka bisa berhadapan dengan Jonas Salean yang jelas dijagokan Golkar.

Jonas sendiri adalah Wali Kota Kupang periode 2012 - 2017 yang sementara ini juga menjabat DPRD NTT.

Baca Juga: Diduga Cemarkan Nama Baik, Suami Olla Ramlan Polisikan Selebgram Citra Andy

Kedua tokoh politik ini, kata Lazarus, tidak serta merta dapat disebut wali kota yang terbaik pada masa pemerintahan masing-masing karena takaran kesuksesan terdiri dari berbagai aspek.

Perlu formula penilaian yang obyektif untuk keduanya.

"Kita mesti objektif menilai kalau Jeriko termasuk yang sukses dalam memimpin warga kota. Meski demikian, terlampau naif juga kalau dibilang mereka berdua paling sukses," tambah dia.

Yohanes Jimmy Nami yang juga akademisi di bidang serupa dengan Lazarus turut menanggapi itu dengan merujuk pada hasil survei terkait peluang Jeriko pada pilkada 2024.

Baca Juga: Gelar Bazar Murah, BPR TLM Salurkan 2.910 Liter bagi 1.455 KK

Memang dari hasil itu, sebut dia, masih menempatkan Jeriko pada posisi teratas karena survei itu berlangsung saat ia masih menjabat.

Menurutnya akan berbeda hasil survei itu jika dilakukan pada masa senggang antara 2022 hingga tahun pilkada di 2024 nanti.

"Ya wajar saja karena memang beliau masih menjadi menjabat wali kota Kupang, aktivitas publiknya masih melekat dengan aktivitas masyarakat," komentarnya.

Memang, masih ada pekerjaan rumah yang ditinggalkan Jefri yang bisa dievaluasi bila dirunut janji kampanyenya. Evaluasi ini juga berpeluang menjadi bahan kritik mendatang.

Untuk itu modal Jeriko menuju 2024 memang tidak mudah, kata dia, karena sebagai petahan nantinya dia akan menjadi target evaluasi utama dari para kompetitor.

"Namun kembali lagi, dalam politik bola bundar, tergantung kemasan isu, branding cawawalkot yang kemudian dapat kembali membangun trust publik, plus dukungan parpol," sebutnya.***

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X