Seruan 'Pejabat Rakus Tanah Adat' Berkumandang di Balai Kota Kupang Pada Hari Kartini

- Kamis, 21 April 2022 | 16:45 WIB
Para ibu dari Manulai II, Kota Kupang, NTT saat menggelar aksi di Balai Kota Kupang.  (victorynews.id/Nahor Fatbanu)
Para ibu dari Manulai II, Kota Kupang, NTT saat menggelar aksi di Balai Kota Kupang. (victorynews.id/Nahor Fatbanu)

KUPANG, VICTORYNEWS - Ada yang berbeda dari momentum Hari Kartini, Kamis (21/4/2022) di Balai Kota Kupang.

Belasan ibu rumah tangga yang mengenakan kebaya adat bermotif Timor berada di tengah ratusan lelaki ikut menyerobot masuk ke Kantor Wali Kota Kupang.

Kedatangan mereka untuk memperjuangkan status tanah ulayat mereka di wilayah Manulai II sebagai harga diri orang Timor.

Baca Juga: Ratusan Warga Manulai II Datangi Kantor Wali Kota Kupang, Minta Copot Camat Alak

Para ibu membawa spanduk dengan berbagai tulisan termasuk tulisan 'pejabat rakus tanah adat' untuk memprotes tanah ulayat mereka menjadi 'santapan empuk' oknum pejabat daerah sendiri.

Kaum ibu juga meneriakkan 'pejabat rakus tanah adat'.

Untuk itu, para kaum ibu meminta agar Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore menemui mereka untuk mendengarkan curhatan mereka.

Baca Juga: Pemkab Kupang Serahkan 369 KIA di SDN Balfai dan SMPN 6 Kupang Tengah

"Bapak Wali Kota Kupang, hari ini kami datang untuk temui bapak, contohi lah seperti Bapak Presiden yang mau menyapa masyarakat kecil seperti kami ketika beliau datang ke sini," demikian teriak salah satu ibu.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X