Kadis DLHK Kota Kupang Sebut Taman Tirosa di Kota Kupang tidak Untuk Tempat Jualan

- Jumat, 13 Mei 2022 | 15:57 WIB
Suasana Rapat Dengar Pendapat antara PKL di Bundaran Tirosa, DPRD dan Pemkot Kupang, Jumat (13/5/2022).  (Sinta Tapobali victorynews.id)
Suasana Rapat Dengar Pendapat antara PKL di Bundaran Tirosa, DPRD dan Pemkot Kupang, Jumat (13/5/2022). (Sinta Tapobali victorynews.id)

KUPANG, VICTORY NEWS-Kadis DLHK Kota Kupang, Orzon Nawa mengatakan bahwa taman Tirosa, di Kota Kupang, NTT, tidak diperuntukan untuk melakukan aktivitas jual beli bagi PKL.

Menurutnya, ada beberapa taman yang bisa dijadikan tempat berjualan seperti Taman Nostalgia, Taman Tagepe dan Taman Alun-alun Kota Kupang. Sebab di taman tersebut ada space yang digunakan untuk berdagang oleh para PKL.

Ia menyadari bahwa di Taman Tirosa memang ada aktivitas ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun di sisi lain selaku kepala dinas ia dituntut untuk melaksanakan peraturan daerah nomor 56 tahun 2002 tentang tempat usaha dan pembinaan PKL.

Baca Juga: Ini 5 Nama Saksi, Selain 53 Orang Saksi yang Diperiksa Terkait Penetapan Ira Ua Jadi Tersangka

"Untuk Tirosa sangat tidak mungkin karena tidak ada space, kalau Taman lain ada space untuk berjualan," kata Orzon Nawa.

Selain itu menurutnya, Orzon bahwa di taman ini dari 54 pedagang yang berjualan, 50 di antaranya telah menandatangani surat pernyataan tidak lagi berjualan di area ini.

"Sudah dilakukan sosialisasi beberapa waktu lalu terhadap semua PKL yang ada di sana. Dari jumlah 54 penjual yang ada di sana, 4 orang menolak menandatangani pernyataan namun 50 pedagang menyetujui menanda tangani pernyataan untuk tidak lagi berjualan," kata Orzon lagi.

Baca Juga: Wakil Bupati Kupang: Pendidikan Karakter bagi Anak PAUD dan SLB Sangat Penting

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kota Kupang, mengatakan bahwa bila ingin menegakan Perda tentang tempat jualan maka seharusnya jangan pilih kasih. Sebab banyak tempat jualan di pinggir jalan yang tidak ditertibkan.

Sementara Anggota DPRD Kota Kupang, Yuvens Tukung, menegaskan, selama aktivitas ekonomi para PKL di Bundaran Tirosa tidak menimbulkan masalah, sebaiknya dibiarkan saja. Apalagi PKL hanya berjualan saat malam hari.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BIAN di NTT Sasar 2 Juta Lebih Anak

Kamis, 19 Mei 2022 | 22:38 WIB

Benyamin Pandie Resmi Pimpin Inkindo NTT

Kamis, 19 Mei 2022 | 22:23 WIB

UNICEF Nyatakan Dukungan Sukseskan BIAN di NTT

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:41 WIB
X