Penetapan Ira Ua Sebagai Tersangka Sesuai SOP Polri dan KUHAP

- Jumat, 13 Mei 2022 | 17:07 WIB
Suasana sidang Praperadilan di ruang cakra Pengadilan Negeri Kupang dengan agenda tanggapan termohon (Polda NTT), atas pemohon, Ira Ua, Jumat (13/5/2022).. (victorynews.id - Simon Selly)
Suasana sidang Praperadilan di ruang cakra Pengadilan Negeri Kupang dengan agenda tanggapan termohon (Polda NTT), atas pemohon, Ira Ua, Jumat (13/5/2022).. (victorynews.id - Simon Selly)

KUPANG, VICTORYNEWS- Pengadilan Negeri  Kupang kembali menggelar sidang praperadilan dengan agenda eksepsi dari termohon (Polda NTT), atas pemohon  (Ira Ua) dalam penetapan tersangka. 

Sidang yang digelar pada ruang cakra ini dipimpin majelis hakim tunggal Derman P. Nababan, termohon Polda NTT menilai penetapan Ira Ua sebagai tersangka telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Polri. 

"Apa yang dilakukan oleh termohon itu sudah sesuai SOP dan aturan di dalam KUHAP maupun dalam SOP kepolisian tentang penyelidikan dan penyidikan tindak pidana untuk penetapan tersangka Ira Ua," ujar penyidik saat membacakan tanggapannya di dalam persidangan.

Baca Juga: Putusan Praperadilan Tersangka Ira Ua di PN Kupang Dimajukan

Polda meyakini penetapan tersangka kepada Ira Ua alias Ira telah sesuai ketentuan dan telah memiliki bukti-bukti yang kuat. 

"Maka berdasarkan barang bukti keterangan para saksi tersebut, maupun keterangan ahli dan surat saling bersesuaian dengan tindak pidana yang terjadi, sehingga menjadi alat bukti yang kuat," ujar penyidik.

Termohon juga meyakini apa yang dilakukan oleh penyidik telah memiliki bukti yang kuat dan berkualitas dan memikik alat bukti yang substansi, relevan dan berkualitas sesuai pasal 183 KUHP dan pasal 186 KUHP.

Baca Juga: Ira Ua: Hidup Saya Tidak Tenang Selama Astri dn Lael Masih Ada, Jadi Pemicu Randi Badjideh Lakukan Pembunuhan

"Maka dilaksanakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka (Ira Ua) pada tanggal 26 April 2022. Jadi dari keterangan 3 poin tadi (surat) saksi, ahli dan surat sehingga penyidik berkesimpulan Ira terlibat sebagai tersangka. Alat bukti keterangan saksi, alat bukti keterangan ahli, alat bukti surat," ungkap Polda NTT

Pihanya juga meminta majelis hakim, dengan bukti-bukti yang telah dimiliki ini, dapat menolak gugatan pemohon sepenuhnya.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BIAN di NTT Sasar 2 Juta Lebih Anak

Kamis, 19 Mei 2022 | 22:38 WIB

Benyamin Pandie Resmi Pimpin Inkindo NTT

Kamis, 19 Mei 2022 | 22:23 WIB

UNICEF Nyatakan Dukungan Sukseskan BIAN di NTT

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:41 WIB
X