Sidang Praperadilan Tersangka Ira Ua, Polda NTT : Dalil Pemohon Mengada-ada

- Jumat, 13 Mei 2022 | 21:46 WIB
Tim penyidik Polda NTT saat tiba di Pengadilan Negeri Kupang untuk mengikuti sidang praperadilan Ira Ua, Jumat (13/5/3022).  (victorynews.id - Yapi Manuleus)
Tim penyidik Polda NTT saat tiba di Pengadilan Negeri Kupang untuk mengikuti sidang praperadilan Ira Ua, Jumat (13/5/3022). (victorynews.id - Yapi Manuleus)

KUPANG, VICTORYNEWS- Kuasa hukum Pemohon (Ira Ua) dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Kupang mengungkapkan, penyidik Polda NTT (Termohon) menetapkan Ira Ua sebagai tersangka tanpa dua alat bukti. 

Dalam sidang lanjutan, Jumat (13/5/2022) penyidik Polda NTT menjelaskan sesuai pasal 25 ayat 1 dan 2 Perkap Nomor 16 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penetapan Tersangka berdasarkan paling sedikit dua alat bukti yang didukung barang bukti.

Selain itu, penetapan tersangka sesuai ayat 1 dilakukan melalui mekanisme gelar perkara kecuali tertangkap tangan.

Baca Juga: Sidang Pembuktian Praperadilan, Pemohon Ira Ua akan Hadirkan Ahli Bahasa dan Ahli Pidana

Dalam pasal 25 perkap nomor 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana. Penyidik Ditreskrimum Polda NTT mendapatkan dua alat bukti yang didukung barang bukti.

"Rangkaian penyidikan kemudian dilakukan gelar perkara pada tanggal 26 April 2022, berdasarkan hasil gelar perkara termohon Ira Ua ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan surat penetapan tersangka," ungkap penyidik Polda NTT Ipda Rudy C. Toumahuw.

Tanggapan ini dibacakan secara bergantian oleh tim Bidang Hukum Polda NTT yaitu pda Rudy C. Toumahuw, Ipda Milxon Anameha, Aipda Lodiwik Padji Lomi dan Aipda Roland Leka.

Baca Juga: Putusan Praperadilan Tersangka Ira Ua di PN Kupang Dimajukan

"Dapat Termohon (Polda NTT) jelaskan terhadap dalil pemohon tidak berdasar dan mengada-ngada. karena penyidik berkewenangan mencari dan mengumpulkan barang bukti dan alat bukti berdasarkan pasal 1 angka 2 KUHP," ungkap Ipda Milxon Anameha. 

Setelah itu katanya hasil penyidikan tidak boleh disampaikan terhadap tersangka, karena sangat tidak wajar bila pemohon (Ira Ua) mengetahui penyidik memiliki dua alat bukti.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Kupang Miliki 27 Sekolah Penggerak

Rabu, 18 Mei 2022 | 13:57 WIB

Inkindo NTT Siap Gelar Musyawarah Provinsi Ke-10

Selasa, 17 Mei 2022 | 19:22 WIB

Terdakwa Randi Badjideh Tiba di PN Kupang

Selasa, 17 Mei 2022 | 08:41 WIB
X