Program Penanggulangan Dampak Covid-19 dengan Pendekatan GEDSI Resmi Diluncurkan

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 09:15 WIB
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore saat memberikan sambutan pada acara peluncuran Program penanggulangan dampak Covid-19 melalui revitalisasi desa Wisata inklusi dan workshop pemetaan kebutuhan dan kapasitas multi pihak untuk mendukung kepariwisataan dengan pendekatan gedsi di kota Kupang.  (victorynews.id/Kekson Salukh)
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore saat memberikan sambutan pada acara peluncuran Program penanggulangan dampak Covid-19 melalui revitalisasi desa Wisata inklusi dan workshop pemetaan kebutuhan dan kapasitas multi pihak untuk mendukung kepariwisataan dengan pendekatan gedsi di kota Kupang. (victorynews.id/Kekson Salukh)

KUPANG, VICTORYNEWS- Program penanggulangan dampak Covid-19 melalui revitalisasi desa wisata inklusi dan workshop pemetaan kebutuhan dan kapasitas multi pihak untuk mendukung kepariwisataan dengan pendekatan GEDSI di Kota Kupang, NTT resmi diluncurkan.

Acara yang digagas oleh PIAR NTT bersama mitra Yayasan Swara Sarangpuan Sulawesi Utara didukung Pemerintah Australia diluncurkan oleh Wali kota Kupang Jefri Riwu Kore, Jumat, (13/5/2022) di Hotel Kristal Kupang.

Baca Juga: Berbicara di KTT Khusus ASEAN-AS, Jokowi : Hentikan Perang di Ukraina Sekarang juga

Ketua PIAR NTT Sarah Lery Mboeik dalam sambutan mengatakan tujuan program itu  untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, UMKM dan aktor pariwisata lokal di 4 kelurahan yaitu kelurahan LLBK, Kelurahan Kelapa Lima, kelurahan Oesapa Barat dan kelurahan Lasiana dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19.

Baca Juga: Global Covid-19 Summit, Presiden Jokowi Ajak Dunia Kolaborasi Beeantas Pandemi

Tujuan lain, lanjut Sarah, meningkatkan daya juang pelaku UMKM dalam hal pengelolaan usaha-usaha melalui upaya pelatihan dan pemasaran produk-produk baik secara offline maupun secara online.

"Pelaksanaan program ini akan disinergikan dengan kebijakan pemerintah daerah setempat sekaligus melibatkan badan usaha milik Negara/daerah, pelaku UMKM, pemerintah kelurahan, lembaga pendanaan dan kelompok-kelompok usaha perempuan serta kelompok disabilitas yang ada di 4 kelurahan wisata yang merupakan lokasi sasaran program,"katanya.

Baca Juga: Lantik 16 Pejabat, Bupati Belu: Mutasi Pejabat dan Kepala Sekolah Bukan Dibuang

Sarah menjelaskan pelibatan semua pihak termasuk kaum perempuan dan disabilitas inilah yang disebut dengan istilah GEDSI (kesataran gender, disabilitas dan inklusi social) yang akan dilibatkan mulai dari perencanaan sampai pemanfaatan program sehingga tidak ada satu pun kelompok kepentingan yang ditinggalkan.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Kupang Miliki 27 Sekolah Penggerak

Rabu, 18 Mei 2022 | 13:57 WIB

Inkindo NTT Siap Gelar Musyawarah Provinsi Ke-10

Selasa, 17 Mei 2022 | 19:22 WIB

Terdakwa Randi Badjideh Tiba di PN Kupang

Selasa, 17 Mei 2022 | 08:41 WIB
X