Penasehat Hukum Randi Badjideh: Dakwaan JPU Palsu dan Dipaksakan

- Selasa, 17 Mei 2022 | 19:58 WIB
Terdakwa Randi Badjideh saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kupang, Selasa (17/5/2022). (victorynews.id - Simon Selly)
Terdakwa Randi Badjideh saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kupang, Selasa (17/5/2022). (victorynews.id - Simon Selly)

KUPANG, VICTORYNEWS--Penasehat hukum Randi Badjideh, Yance Tobias Messah mengatakan dakwaan JPU terhadap kliennya palsu.

Hal ini disampaikan Yance Tobias Messah dalam persidangan dengan agenda eksepsi oleh penasihat hukum terdakwa Randi Badjideh di Pengadilan Negri Kelas 1A Kupang, Selasa (17/5/2022).

"Bahwa dakwaan yang dibuat oleh penuntut umum yang diajukan kepada terdakwa Randi Badjideh adalah merupakan dakwaan yang tidak benar atau palsu karena dalam dakwaan penuntut umum tidak mengakomodir fakta-fakta yuridis yang telah disampaikan oleh terdakwa saat penyelidikan dan penyidikan di kepolisian," ujar Yance Tobias Messah

Senada, penasehat hukum lain Benny Taopan menilai dakwaan penuntut umum Kejari Kota Kupang dipaksakan.

Hal ini berdasarkan surat dakwaan oleh penuntut umum berbeda dengan hasil penyidikan penyidik Polda NTT.

Baca Juga: Presiden Bolehkan Warga Tidak Bermasker di Luar Ruangan, Ada Ketentuannya!

"Beberapa hal janggal, tidak jelas. Surat dakwaan tidak sesuai hasil penyidikan, bahwa dalam surat dakwaan yang ditujukan kepada terdakwa penuntut umum menerangkan perbuatan terdakwa bersama-sama dengan orang lain. Namun, hal itu tidak diuraikan secara baik dalam dakwaan oleh penuntut umum dalam persidangan," ujar Benny Taopan.

Baca Juga: Penasihat Hukum Astri dan Lael Sesalkan Eksepsi Penasehat Hukum Randi Badjideh

Ia menilai dakwaan JPU tidak cermat dan  tidak sistematis.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komunitas Anak Rantau King Kini Hadir di Kota Soe

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:45 WIB

Delegasi Komwil IV Apeksi Puji SPAM Kali Dendeng

Jumat, 24 Juni 2022 | 22:04 WIB
X