Dr Simplexius, Ahli Pidana Sidang Praperadilan Ira Ua : Hal Yang Pertama Itu Kebenaran Yuridis

- Selasa, 17 Mei 2022 | 21:52 WIB
Ahli Hukum Acara Pidana Undana Kupang Dr. Simplexius Asa sedang bersaksi saat sidang Prapid Polda NTT dan Ira Ua di Pengadilan Negeri Kupang, Selasa (17/5).(victorynews.id/Nahor Fatbanu).
Ahli Hukum Acara Pidana Undana Kupang Dr. Simplexius Asa sedang bersaksi saat sidang Prapid Polda NTT dan Ira Ua di Pengadilan Negeri Kupang, Selasa (17/5).(victorynews.id/Nahor Fatbanu).

Ia juga menilai, sebagai seorang akademisi harus bisa legowo dalam menghadapi proses hukum yang sesuai dimana cara berhukum secara baik dan benar.

"Menurut saya, yang menjadi tanggungjawab saya sebagai akademisi dalam pembangunan hukum ialah, kita harusnya legowo menghadapi tiap-tiap proses seperti ini. Karena itulah cara kita berhukum," ujarnya.

Dia mengatakan, bila bukti dalam suatu perkara yang diajukan oleh penyidik baik itu tulisan maupun rekaman suara, harus dapat dibuktikan kebenarannya.

"Ada yang hasilnya berupa tulisan atau transkrip, ada yang hasilnya rekaman suara. Kalau rekaman suara masuk yang mana dan kalau tertulis masuk yang mana. Menurut saya kalau suara itu masuk pada keterangan yang diberikan secara lisan. Tetapi itu harus bisa diulangi di depan persidangan ini lalu itu menjadi suatu alat bukti," jelasnya.

Baca Juga: Penetapan Ira Ua Sebagai Tersangka Sesuai SOP Polri dan KUHAP

Lanjut Dr Asa, bila bukti berupa tulisan maka rangkaian kata-kata dibalik tulisan itu harus masuk sebagai alat bukti dan mampu dibuktikan kebenarnya.

"Kalau yang diambil itu tulisannya atau rangkaian kata-katanya, maka yang mau dinilai itu makna dibalik tulisan-tulisan itu seharusnya masuk pada alat bukti tertulis," terangnya.

Sementara itu, Ahli Bahasa Dr Kris Labu Djuli, dalam persidang sebelumya menjelaskan, bila pernyataan 'hidup saya tidak akan tenang kalau mereka masih ada' lalu ditanggapi oleh P2, saya pergi bunuh sudah ko? Hal itu merupakan kalimat pertanyaan yang digunakan oleh P2 untuk mengkonfirmasi hal itu kepada P1.

Baca Juga: Penasehat Hukum Randi Badjideh: Dakwaan JPU Palsu dan Dipaksakan

"Supaya apa yang akan diinterpretasi P2 atas pernyataan P1, maka harus ada pernyataan dari P1. Karena kalimat yang dipakai oleh P2 itu adalah kalimat pertanyaan yang sifatnya melakukan konfirmasi maksud yang disampaikan oleh P1," ujar Ahli Bahasa Dr Kris Labu Djuli dalam menerangkan perumpamaan percakapan antara Randi dan Ira.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

X