Program SMK Plus 1 Tahun, Harus Bisa Lahirkan Guru SMK Produktif

- Jumat, 20 Mei 2022 | 16:01 WIB
Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina Laiskodat saat mendampingi Prof Willy Toisuta, Staf Khusus Gubernur NTT, melaunching SMK Plus berbasis Gnowbe di Aula SMK 3 Kupang, Jumat (20/05/2022) siang (victorynews.id - Sinta Tapobali)
Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina Laiskodat saat mendampingi Prof Willy Toisuta, Staf Khusus Gubernur NTT, melaunching SMK Plus berbasis Gnowbe di Aula SMK 3 Kupang, Jumat (20/05/2022) siang (victorynews.id - Sinta Tapobali)

KUPANG, VICTORY NEWS - Salah satu institusi sekolah yang mempersiapkan peserta didik untuk mampu terjun langsung ke dunia kerja setelah lulus adalah SMK.

Salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan kualitas pendidikan vokasi serta meningkatkan keterampilan kerja.

Untuk mendukung kebijakan tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan instruksi nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi sekolah menengah kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. 

Baca Juga: Modul SMK Plus 1 Tahun Miliki 4 Karakteristik, Bisa Diakses Dengan Android

Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini kekurangan guru produktif di SMK. Kekurangan ini bukan hanya terjadi di NTT namun menjadi permasalahan yang bersifat nasional.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina Laiskodat dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Pelatihan Microlearning Instructional Design dan Review Modul SMK Plus 1 Tahun yang diikuti oleh para guru SMK di Aula SMK 3 Kupang, Jumat (20/05/2022) siang.

Menurutnya, sesuai data dapodik dari tahun 2020 hingga 2025, terdapat 233 orang guru produktif di NTT akan memasuki masa pensiun.

Baca Juga: Pemprov NTT Lunching Modul SMK Plus 1 Tahun Berbasis Gnowbe

Untuk itu Pemerintah berupaya untuk memenuhi kebutuhan guru produktif untuk SMK melalui program pelatihan lulusan SMK untuk menjadi guru produktif, mulai dari menyiapkan calon instruktur sampai dengan peningkatan kualitasnya sesuai dengan syarat minimal untuk menjadi seorang guru.

Program ini dinamakan program SMK plus 1 tahun yang daksanakan secara sistematis dengan menerapkan prinsip mutu mulai dari seleksi, proses pembelajaran, penilaian hingga uji kompetensi.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Delegasi Komwil IV Apeksi Puji SPAM Kali Dendeng

Jumat, 24 Juni 2022 | 22:04 WIB
X