Program SMK Plus 1 Tahun Lahirkan Modul Pembelajaran Produktif di SMK

- Jumat, 20 Mei 2022 | 16:10 WIB
Para peserta kegiatan Pelatihan Microlearning Instructional Design dan Review Modul SMK Plus 1 Tahun yang diikuti oleh para guru SMK di Aula SMKN 3 Kupang, Jumat (20/05/2022) siang. (Sinta Tapobali-victorynews.id)
Para peserta kegiatan Pelatihan Microlearning Instructional Design dan Review Modul SMK Plus 1 Tahun yang diikuti oleh para guru SMK di Aula SMKN 3 Kupang, Jumat (20/05/2022) siang. (Sinta Tapobali-victorynews.id)

KUPANG, VICTORY NEWS - Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan produktivitas guru SMK di NTT, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT saat ini menyelenggarakan program SMK Plus 1 tahun.

Hal ini disampaikam Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina Laiskodat saat memberikan sambutannya pada acara Pelatihan Microlearning Instructional Design dan Review Modul SMK Plus 1 Tahun yang diikuti oleh para guru SMK di Aula SMKN 3 Kupang, Jumat (20/05/2022) siang.

Menurut Henderina, Program SMK plus 1 tahun ini diselenggarakan untuk membentuk pendampingan bagi lulusan SMK untuk dipersiapkan menjadi instruktur SMK dengan bantuan master trainer.

Baca Juga: Program SMK Plus 1 Tahun, Harus Bisa Lahirkan Guru SMK Produktif

"Dalam pelaksanaan program ini juga dilengkapi dengan modul-modul pelajaran sesuai dengan mata pelajaran produktif yang ada di SMK," katanya. 

Program ini dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah NTT mulai dari pembuatan modul dan implementasinya sampai dengan penyiapan instruktur untuk menjadi guru melalui program kerjasama dengan perguruan tinggi untuk menjadi sarjana yang dapat menjadi guru.

Saat ini modul-modul yang digunakan dalam pembelajaran SMK plus 1 tahun, telah disusun oleh para guru dan akan dilakukan review terhadap semua modul-modul tersebut.

Baca Juga: Modul SMK Plus 1 Tahun Miliki 4 Karakteristik, Bisa Diakses Dengan Android

Hasil review tersebut akan menghasilkan modul yang benar-benar valid untuk dapat diterapkan dengan baik saat pembelajaran di SMK.

"Modul ini menurutnya dibuat atas bimbingan Profesor Willy Toisuta da diharapkam dapat memiliki standar internasional," hara Henderina.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komunitas Anak Rantau King Kini Hadir di Kota Soe

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:45 WIB

Delegasi Komwil IV Apeksi Puji SPAM Kali Dendeng

Jumat, 24 Juni 2022 | 22:04 WIB
X