Sidang Offline Terdakwa Randi Badjideh, Kasi Penkum Kejati NTT: Inilah yang Sadis

- Jumat, 27 Mei 2022 | 21:57 WIB
Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.  (victorynews.id/Simon Selly)
Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim. (victorynews.id/Simon Selly)

KUPANG, VICTORYNEWS- Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati NTT, Abdul Hakim menilai sidang di Pengadilan Negeri Kupang atas kasus pembunuhan di Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang dengan terdakwa Randi Badjideh bukanlah kasus yang diistimewakan sehingga digelar secara offline.

"Untuk perkara pembunuhan ini memang menjadi atensi, namun korbannya ada juga anak yang tidak tahu apa-apa, yang tidak punya dosa kok dijadikan korban," kata Abdul Hakim, Jumat (27/5/2022) di Kantor Kejati NTT.

Menurut Abdul Hakim, kasus di Penkase Oeleta, merupakan tindakan pidana pembunuhan seperti biasanya yang menjadi atensi pihak penegak hukum. Namun yang menjadi sorotan publik salah satu korban dalam kasus ini merupakan anak kecil.

Baca Juga: Ira Ua Ditahan Polda NTT, Sidang Randi Badjideh Dilanjutkan 2 Juni 2022

"Sebenarnya kasus Penkase merupakan kasus pembunuhan pada umumnya. Namun korbannya juga ada anak kecil yang tidak tahu apa-apa itu, inilah yang sadis," katanya.

Menurut Abdul, kasus pembunuhan yang terjadi di Penkase Oeleta, bila tidak ada korban anak-anak, maka kejadian pembunuhan lebih parah yang dilakukan oleh terpidana Tinus Tanaem.

"Kalau berkaitan dengan perselingkuhan antara Randi dan Astri hingga adanya korban, itu merupakan pembunuhan yang terjadi pada umumnya, kalau dibilang sadis itu seperti kasus yang dilakukan terdakwa Tinus," tambahnya.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael: Polda NTT Limpahkan Berkas Ira Ua ke Kejaksaan

Abdul juga menjelaskan, kasus Penkase dengan dua orang korban ini sangat menjadi perhatian publik dan juga termasuk pihak pengadilan sehingga kasus ini digelar offline agar pembuktian di pengadilan dapat dinilai dengan seksama termasuk di Pengadilan Negeri Kupang.

"Korban dalam kasus penkase ini ada anak kecil, yang tidak tahu apa-apa itu menjadi perhatian masyarakat. Makanya jadi atensi para penegak hukum termasuk pengadilan sehingga persidangannya di gelar secara offline," kata Abdul Hakim.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Buku Tabungan Hilang, Tapi Mau Cek BSU? Ini Solusinya

Rabu, 28 September 2022 | 14:10 WIB
X