Pansus LKPj Ancam Tidak Anggarkan Dana Sisa Rehab Rujab Wali Kota Kupang

- Selasa, 7 Juni 2022 | 11:16 WIB
Pansus LKPj Wali Kota mengancam tidak mengakomodir sisa dana rehab rujab Wali Kota Kupang karena belum tuntas seperti pintu utama yang rusak.  (victorynews.id/Sinta Tapobali)
Pansus LKPj Wali Kota mengancam tidak mengakomodir sisa dana rehab rujab Wali Kota Kupang karena belum tuntas seperti pintu utama yang rusak. (victorynews.id/Sinta Tapobali)

KUPANG, VICTORY NEWS - Panitia Khusus (Pansus) LKPj Wali Kota Kupang mengancam tidak menganggarkan sisa rehab rumah jabatan Wali Kota Kupang sebesar 30 persen dari Rp3,6 miliar dalam APBD Perubahan TA 2022.

Hal ini dikarenakan, pekerjaan rehab rumah jabatan Wali Kota Kupang diklaim telah selesai dikerjakan 100 persen pada awal Januari 2022, namun kenyataan di lapangan tidak sesuai.

Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Kupang usai melakukam uji petik terhadap Laporan Pertanggung jawaban kerja Wali Kota Kupang Tahun 2021, menilai pekerjaan tersebut belum 100 persen dan seharusnya tidak bisa dilakukan PHO, karena terkesan dikerjakan asal jadi dan tidak merujuk pada RAB.

Baca Juga: Renovasi Rujab Asal Jadi, Pansus LKPj Wali Kota Kupang Minta Inspektorat Segera Bertindak

Pansus akhirnya merekomendasikan untuk pembayaran pekerjaan yang tersisa 30 persen dari Rp 3,6 miliar itu, tidak dianggarkan atau tidak dibayarkan pada APBD Perubahan Tahun 2022 nanti.

Hal ini ditegaskan Anggota Pansus juga Ketua Komisi III, Adrianus Talli yang tidak akan menyetujui pembayaran sisa pekerjaan 30 persen dalam APBD Perubahan TA 2022.

"Saya sebagai ketua Komisi III tegas tidak akan menyetujui usulan anggaran untuk pembayaran sisa pekerjaan rumah jabatan Wali Kota Kupang, sebelum dilakukan pemeriksaan khusus oleh Inspektorat," tegasnya dalam rapat Pansus, Senin (06/06/2022).

Baca Juga: Pansus LKPj Sebut Rujab Wali Kota Kupang Seperti Hutan dan Gudang Barang Rongsokan

Sedangkan Anggota Pansus, Thobia Pandie mengatakan, pekerjaan rehab rumah jabatan tersebut tidak menunjukan bahwa pekerjaan sudah selesai atau 100 persen.

"Diukur dari mana, dikatakan bahwa pekerjaan itu sudah mencapai 100 persen, kepada kontraktor yang kerja, dimana tanggung jawabnya, kenapa pekerjaan tersebut seperti dikerjakan asal-asalan," kata Thobia Pandie.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bangga Punya TNI, Ini Link Twibbon HUT TNI ke-77

Rabu, 5 Oktober 2022 | 08:34 WIB
X