Sidang Randi Badjideh di Pengadilan Negeri Kupang, Ahli Ungkap Ada Niat Untuk Membunuh Astri dan Lael

- Rabu, 15 Juni 2022 | 22:12 WIB
Terdakwa Randi Badjideh saat berada di ruang cakra Pengadilan Negeri Kupang dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Wari Juniati.  Foto: victorynews.id/Simon Selly
Terdakwa Randi Badjideh saat berada di ruang cakra Pengadilan Negeri Kupang dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Wari Juniati. Foto: victorynews.id/Simon Selly

KUPANG, VICTORYNEWS - Sidang dengan terdakwa Randi Badjieh kembali digelar di Pengadilan Negeri Kupang, Rabu (15/6/2022) dengan agende keterangab ahli pidana.

Ahli pidana Mikael Feka, dalam keterangan dalam sidang di Pengadilan Negeri Kupang menjelaskan kronologi singkat terkait pembunuhan Astri dan Lael bahwa pada 27 Agustus 2021 lalu, terdakwa Randy mengirim pesan (SMS) kepada korban Astri sebagai ajakan untuk bertemu.

"Korban (Astri) pun tidak ingin bertemu dengan terdakwa, namun terdakwa (Randi Badjideh) mengirim pesan lagi dengan alasan pada esok atau 28 Agustus 2021, terdakwa akan berangkat ke Jakarta, sehingga terdakwa hanya ingin bertemu dengan korban untuk melihat anaknya Lael (korban kedua)," terang Mikael Feka dalam sidang di Pengadilan Negeri Kupang

Baca Juga: Hasil Otopsi, Ahli Forensik Temukan Banyak Luka Pada Tubuh Astri dan Lael

Keterangan ahli, menurutnya berdasarkan kronologis singkat yang ia baca melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik Polda NTT.

Dia mengatakan, Astri ingin bertemu dengan terdakwa Randy Randi Badjideh dan disepakati pada 28 Agustus 2021 sampai terjadi kasus pembunuhan tersebut.

Menurutnya, awal memberikan keterangan di penyidik Polda NTT, ia memasang pasal 338, 340 KUHP dan UU Perlindungan dan pasal 80 Juncto 36 C Anak pada kasus pembunuhan ini karena korban ini dan anak. 

Baca Juga: Sidang Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Ahli IT Sebut HP Ira Ua di Luar Jangkauan GPS Mobil Rush

"Jadi esensi dari pasal 338 dan 340 prinsipnya sama yakni menghilangkan nyawa orang lain. Tapi terdapat perbedaan dari kedua pasal ini yakni terletak pada jeda waktu perencanaan antara pelaku Randy dan korban (Astri)," jelas Mikael.

Ia menilai jeda waktu tidak dapat dilihat dari cepat atau lamanya perencanaan. Namun pada jedah waktu pertemuan hingga terjadinya pembunuhan.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Buku Tabungan Hilang, Tapi Mau Cek BSU? Ini Solusinya

Rabu, 28 September 2022 | 14:10 WIB
X