Kasus Wali Kota Cup, Hakim Pengadilan Negeri Kupang Vonis Bendahara dan PPK 1,6 Tahun Penjara

- Selasa, 21 Juni 2022 | 15:15 WIB
Terdakwa Deasy Mariani Adi Putri selaku Bendahara PPK. Foto: victorynews.id/Simon Selly.
Terdakwa Deasy Mariani Adi Putri selaku Bendahara PPK. Foto: victorynews.id/Simon Selly.

KUPANG, VICTORYNEWS- Majelis hakim Pengadilan Negeri Kupang memvonis Ishak Jusuf Ha'u Radja selaku PPK dan Deasy Mariani Adi Putri sebagai bendahara PPK dalam kasus dugaan korupsi Wali Kota Cup tahun 2017 masing-masing 1,6 tahun penjara. 

Sidang dipimpin hakim ketua Y. Teddy Windiartono didampingi Lizbet Adelina dan Yulius Eka Setiawan dengan agenda putusan majelis hakim (vonis) kepada kedua terdakwa di Pengadilan Negeri Kupang, Selasa (21/6/2022). 

Menurut Teddy, kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana korupsi pasal 3 dakwaan subsidair dan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana primer. 

Baca Juga: Kasus Wali Kota Cup, Terdakwa Dituntut 2 Tahun Penjara dan Denda 50 Juta

Selain divonis 1,6 tahun penjara juga didenda dengan Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan penjara. 

"Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan lakukan tindak pidana korupsi pasal 3 dakwaan subsidair dan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dakwaan primair," jelas hakim. 

Usai membacakan putusan Majelis Hakim ketua Y. Teddy Windiartono, Memberikan kesempatan kepada Jaksa Penuntut umum dan panesehat hukum terdakwa untuk menanggapi putusan tesebut.

Baca Juga: Kasus Wali Kota Cup, Penasihat Hukum Minta Ishak Radja Divonis Bebas

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jermias Penna menyatakan pikir - pikir. Begitupun panesehat hukum juga menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Untuk diketahui sebelumnya, kedua terdakwa dituntut JPU 2 Tahun penjara, dengan dan denda senilai Rp. 50 juta rupiah, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan diganti dengan kurungan selama 3 bulan kurungan. ***

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X