DPRD Kota Kupang Minta Inspektorat Audit Proyek Renovasi Rujab Wali Kota Kupang

- Selasa, 28 Juni 2022 | 20:04 WIB
Pansus LKPj Wali Kota Kupang saat melakukan uji petik renovasi Rujab Wali Kota Kupang beberapa waktu lalu.  (victorynews.id/Shinta Tapobali   )
Pansus LKPj Wali Kota Kupang saat melakukan uji petik renovasi Rujab Wali Kota Kupang beberapa waktu lalu. (victorynews.id/Shinta Tapobali )

KUPANG, VICTORYNEWS - DPRD Kota Kupang meminta inspektorat mengaudit proyek renovasi Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kupang.

DPRD Kota Kupang menilai Rujab Kota Kupang itu dikerjakan asal jadi, sehingga meminta inspektorat segera melakukan pemeriksaan khusus atas revonasi rujab yang menelan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar itu.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli mengatakan, sebelum sisa anggaran renovasi itu diusulkan di perubahan APBD TA 2022, inspektorat harus terlebih dahulu mengaudit renovasi rujab itu.

Baca Juga: Pansus LKPj Ancam Tidak Anggarkan Dana Sisa Rehab Rujab Wali Kota Kupang

Anggaran renovasi rujab itu sebesar Rp 3,6 miliar dan sudah disalurkan untuk pengerjaanya sebesar 70 persen. Sisa anggaran 30 persen itu akan dibayarkan setelah sidang perubahan anggaran September mendatang.

"Kita minta sebelum diusulkan pembayarannya di perubahan ini, terlebih dahulu harus dilakukan pemeriksaan khusus oleh inspektorat, supaya ketika dibayar itu, semuanya jelas, sesuai dengan progres pengerjaannya," katanya saat dikonfirmasi victorynews.id, Selasa (28/6) malam.

Pansus LKPj saat uji petik renovasi rujab itu, sebut Adi Talli, menemukan pengerjannya asal-jadi, tidak tuntas. Ada bagian bangunan tertentu yang tidak dikerjakan, terutama tembok rujab itu.

Baca Juga: Konsultan Pengawas Akui Proyek Rehab Rujab Wali Kota Kupang Belum 100 Persen

Adi Talli juga tidak menerima alasan pemerintah yang menyatakan bagian tembok itu bukan menjadi bagian pengerjaanya. Alasan itu menurut Adi Talli tidak masuk akal, karena bagian tembok itu, merupakan satu komponen pembangunnnya.

"Maka pertanyaanya, kenapa anggaran yang ada itu tidak dimaksimalkan saat perencanaan? Tidak dimaksimalkan untuk menyelesaikan pekerjannya? Kenapa hanya bagian - bagian tertentu yang diselesaikan, sedangkan bagian tertentu juga yang merupakan satu komponen pembangauan tidak diselesaikan," katanya.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Buku Tabungan Hilang, Tapi Mau Cek BSU? Ini Solusinya

Rabu, 28 September 2022 | 14:10 WIB
X