KPK Harus Supervisi dan Monitor Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Empat Toilet di Ende

- Rabu, 29 Juni 2022 | 09:12 WIB
Salah satu toilet yang dibangun di Dinas Pariwisata Kabupaten Ende sedang diusut Kejari Ende.  (victorynews.id/Son Bara)
Salah satu toilet yang dibangun di Dinas Pariwisata Kabupaten Ende sedang diusut Kejari Ende. (victorynews.id/Son Bara)

ENDE, VICTORYNEWS--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus melakukan supervisi dan memonitor penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan empat toilet yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,2 miliar di Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, NTT.

Pembangunan empat toilet bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenparekaf RI tahun 2021 sebesar Rp 15 miliar yang dibagi dalam beberapa item pekerjaan.

Alokasi dana Rp 2,2 miliar untuk pembangunan empat toilet dinilai sangat fantastis dan diduga kuat ada mark up dana dalam pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bersama Rombongan ke Ukraina Pakai Kereta Api Luar Biasa

Penegasan tersebut disampaikan Koordinator TPDI Petrus Salestinus dalampesan singkatnya kepada victorynews.id, Rabu (29/6/2022).

Menurutnya, Kabupaten Ende, salah satu kabupaten yang penegak hukumnya sangat minim prestasi.

Bahkan, boleh dikatakan di Ende untuk menegakan hukum harus dengan korupsi dulu, karena itu Kabupaten Ende merupakan surga bagi koruptor-koruptor eksekustif, legislatif dan yudikatif.

Baca Juga: Gara-gara Promo Minuman Beralkohol Gratis, Penutupan Holywings Berlanjut di Berbagai Daerah

"Diduga kuat mereka sudah saling menyandera untuk saling melindungi sesama mereka. Banyak kasus yang hanya didgdaya diawal tetapi loyo di penghujung, hingga perilaku membangkangi perintah Pengadilan Negeri Ende-pun terjadi dan itu dibiarkan sampai dengan sekarang," tulis Petrus Salestinus.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Terkini

X