Aktivis Perempuan NTT Kecam Mahkamah Persekutuan Malaysia Karena Bebaskan Majikan Adelina Sau

- Rabu, 29 Juni 2022 | 18:12 WIB
Keluarga menangis meratapi jenazah Pekerja Migran Indonesia Adelina Sau saat tiba di Bandara El Tari Kupang Tahun 2018 lalu, (victorynews.id/Nahor Fatbanu).
Keluarga menangis meratapi jenazah Pekerja Migran Indonesia Adelina Sau saat tiba di Bandara El Tari Kupang Tahun 2018 lalu, (victorynews.id/Nahor Fatbanu).

KUPANG, VICTORY NEWS - Salah aktivitas perempuan asal Flores Timur, NTT Benedikta Da Silva Noben mengecam keputusan pengadilan Mahkamah Persekutuan Malaysia yang telah mengesahkan pembebasan majikan Adelina Sau, Ambika MA Shan.

Benedikta kepada victorynews.id melalui sambungan telepon, Rabu (29/6/2022) menegaskan keputusan pengadilan sangat tidak manusiawi.

"Mereka negara kerajaan tetapi hakim dan penegak hukum di sana tidak mempunyai hati nurani," ungkap Noben.

Baca Juga: Kemenlu Angkat Bicara Soal 149 WNI yang Meninggal Dalam Penampungan di Malaysia

Ia merasakan, kesedihan setelah mendapatkan informasi ini. "Saya sedih mengapa keputusan itu tidak berdasarkan kemanusiaan," ungkapnya lagi.

Menurut anggota Pegiat HAM Flotim ini Malaysia benar-benar tidak memiliki prikemanusiaan. Bahkan ia mencontohkan kalau keputusan seperti ini terjadi di Larantuka pasti pelaku sudah hakimi.

"Sekali lagi saya kecam keputusan pengadilan tinggi Malaysia," katanya lagi.

Ia mengaku, sosok Adelina Sau pergi bekerja di Malaysia untuk meningkatkan ekonomi di dalam keluarga. Namun, akibat sang perekrut yang ilegal nyawa seorang anak pun melayang di negeri orang.

Baca Juga: Lima Bulan Terakhir 170 PMI Asal NTT Dipulangkan dari Malaysia, 106 PMI Bermasalah

"Dia (Adlelina) harus dipanggil kehadapan yang maha Kuasa dengan cara sadis, saya sebagai pegiat HAM di satu sisi human trafficking merasa ada yang kurang beres dari petinggi di Malaysia," tegasnya.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

X