Aktivis Perempuan NTT Kecam Mahkamah Persekutuan Malaysia Karena Bebaskan Majikan Adelina Sau

- Rabu, 29 Juni 2022 | 18:12 WIB
Keluarga menangis meratapi jenazah Pekerja Migran Indonesia Adelina Sau saat tiba di Bandara El Tari Kupang Tahun 2018 lalu, (victorynews.id/Nahor Fatbanu).
Keluarga menangis meratapi jenazah Pekerja Migran Indonesia Adelina Sau saat tiba di Bandara El Tari Kupang Tahun 2018 lalu, (victorynews.id/Nahor Fatbanu).

Ia bahkan, mempertanyakan apakah mereka melihat pelaku mempunyai banyak duit atau tidak ada kesalahan sehingga keputusan dibebaskan.

"Apakah dalam pengadilan itu tidak ada saksi kunci? Saya berpikir keputusan itu tidak manusiawi dan tidak mempunyai hati nurani," kata Noben.

Baca Juga: Data BP2MI Januari - Mei 2022, 50 PMI Asal NTT Meninggal Dunia di Malaysia

Sementara, yang dilihat Adelina ketika keluar dari Malaysia sudah dalam keadaan tidak baik dengan penuh luka dan akhirnya menghembuskan nafas akibat luka tersebut.

Melihat keputusan ini, Benedikta berencana akan melakukan aksi 1000 lilin di taman doa. "Saya akan menggandeng organisasi kemahasiswaan untuk terlibat," ujarnya.

Ia juga berharap, pemerintah lebih menekan pihak kedutaan Malaysia agar lebih memahami bahwa pelaku itu sudah jelas terbukti bersalah.

Baca Juga: Dubes RI untuk Malaysia Sebut Kelengkapan Dokumen Jadi Pemicu Ribuan PMI Dipenjara

"Seharusnya pelaku dihukum berat atas apa yang dilakukan jangan dibebaskan. Nyawa manusia tidak bisa dibayarkan dengan bebas, itu keputusan yang salah," tegasnya.

"Saya berharap pemerintah lebih jeli melihat ini, tolong campur tangannya lebih intens tehadap pemerintah Malaysia. Kok kasus penganiayaan ini dibebaskan dengan begitu gampang, dimana letak kemanusiaannya," tambahnya. ***

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

Bangga Punya TNI, Ini Link Twibbon HUT TNI ke-77

Rabu, 5 Oktober 2022 | 08:34 WIB
X