NTT, Riuh Kasus Randi Badjideh, Kasus Adelina Sau Redup

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 18:11 WIB
Seorang perempuan mengenakan pakaian dalam wanita dan tas samping berorasi dalam aksi jilid VI untuk Astri dan Lael di depan kantor Gubernur NTT, Kamis (10/2/2022). Kasus Randi Badjideh di NTT riuh  (victorynews.id/Simon Selly))
Seorang perempuan mengenakan pakaian dalam wanita dan tas samping berorasi dalam aksi jilid VI untuk Astri dan Lael di depan kantor Gubernur NTT, Kamis (10/2/2022). Kasus Randi Badjideh di NTT riuh (victorynews.id/Simon Selly))

KUPANG, VICTORYNEWS -- Kasus kemanusiaan marak terjadi di Provinsi NTT.

Kasus kematian PMI asal NTT yaitu Adelina Sau di Malaysia misalnya, tapi tidak mendapat porsi pengawasan masyarakat yang masif dan intens seperti kasus pembunuhan ibu dan anak di Penkase Oeleta.

Pengawalan hukum, intensitas pemberitaan media lokal di halaman pertama maupun headline berita online, aksi massa berjillid-jilid sejumlah aliansi, seruan dan serangan berulang-ulang di media sosial, sangat jauh berbeda antara kasus Adelina dan Randi.

Baca Juga: Pelaku UMKM di NTT Ikut Bimtek Strategi Promosi Pariwisata lewat Media Digital

Ada yang frontal menuntut aparat hukum bertindak hingga demo pun nekad dilancarkan ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke NTT Maret lalu. Aksi-aksi itu dilakukan atas nama korban pembunuhan yang dilakukan Randi, dan memang redup suara-suara juang untuk Adelina dari masyarakatnya sendiri.

Mikael Feka, Pakar Hukum Pidana dari Unika Kupang menimbang adanya perbedaan besar pengawasan publik dari dua kasus ini. Menurutnya, tak seramai itu suara publik ke pihak Adelina yang kasusnya kompleks dan butuh tanggung jawab pemerintah, jumlah dukungannya tak seramai untuk Astri dan Lael korban kasus Penkase.

"Saya melihat bahwa untuk kasus Randy partisipasi masyarakat dalam mengontrol APH (Aparat Penegak Hukum) cukup baik hanya untuk kasus-kasus kemanusiaan lainnya sebagaimana kasus yang menimpa Adelia Sau hampir luput dari perhatian publik," ungkap dia.

Baca Juga: Dukung Pariwisata di NTT, Anggota DPR RI Jacki Uly Minta Siapkan Sumber Daya Manusia Profisional

Ia menyebut salah satu buku Soerjono Soekanto yaitu Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum bisa digunakan untuk menguraikan hal ini.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Besok, Berkas Ira Ua Dilimpahkan ke Jaksa

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:50 WIB

CATAT! 24 Agustus, Sidang Putusan Randy Badjideh

Senin, 8 Agustus 2022 | 14:52 WIB
X