Rancangan Postur APBD TA 2023, Pemprov NTT Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:05 WIB
Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Nomleni serahkan dokumen KUA-PPAS APBD TA 2023 kepada Wagub NTT Josef A Nae Soi setelah selesai dibahas saat sidang paripurna, Rabu (10/8/2022),(victorynews.id/Nahor Fatbanu).
Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Nomleni serahkan dokumen KUA-PPAS APBD TA 2023 kepada Wagub NTT Josef A Nae Soi setelah selesai dibahas saat sidang paripurna, Rabu (10/8/2022),(victorynews.id/Nahor Fatbanu).

KUPANG, VICTORYNEWS - Dalam rancangan postur APBD TA 2023 Pemprov NTT akan lebih fokus pada upaya pengentasan kemiskinan dan upaya pencegahan stunting

Pemrov NTT juga akan memangkas biaya perjalanan dinas terutama untuk hal- hal uang tidak terlalu penting. 

Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi dalam rapat paripurna penetapan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2023 dan penyampaian rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Platfom Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD tahun anggaran 202 di ruang rapat utama kantor DPRD NTT, Rabu (10/8/2022) mengatakan, postur APBD disusun dengan memperhatikan krisis perekonomian tingkat daerah, regional, nasional dan global akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Gunakan Anggaran Tangani Stunting, Wakil Bupati Kupang Minta OPD Kurangi Rapat di Hotel

"Disamping itu, adanya perubahan kebijakan penganggaran dengan melakukan penyesuaian target pendapatan daerah khususnya realisaksi PAD yang sampai 4 Agustus 2022 baru menyentuh angka 41,55 persen," katanya. 

Selain itu, memperhatikan pencapaian target RPJMD dan perkembangan ekonomi makro NTT dan memperhatikan hasil pemeriksaan laporan keuangan Pemprov NTT oleh BPK pada tahun anggaran 2021, maka harus diakui mengalamai defisit.

Sebab, Pendapatan Daerah sebesar Rp 5.049.819.284.894, tetapi berkurang sebesar Rp 10.493.071.137 dari target awal sebesar Rp 5.060.282.355.991.

Baca Juga: APBD Terkuras Bayar Pinjaman Dana PEN, DPRD Lembata Usul Cukup Cairkan Tahap Pertama

Perubahan pendapatan daerah terdiri dari, PAD berubah menjadi sebesar Rp 1.970.382.943.528 atau berkurang Rp 16.570.325.037. 

Dia mengatakan, penurunan PAD terdiri dari hasil pajak daerah turun menjadi 1.476.473.622.244 atau turun sebesar Rp 9.707.500.000 dari target awal sebesar Rp 1.486.181.102.244.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X