Hadapi Krisis Pangan, NTT Butuh Infrastruktur Penunjang Musim Tanam Oktober

- Selasa, 13 September 2022 | 16:54 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat sedang memanen padi di Food Estate Wai Lawa, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah. (victorynews.id/Putra Bali Mula)
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat sedang memanen padi di Food Estate Wai Lawa, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah. (victorynews.id/Putra Bali Mula)

KUPANG, VICTORYNEWS - Pemerintah Provinsi NTT perlu memperhatikan masa tanam kedua yang dimulai Oktober-Maret dengan infrastruktur penunjang pengelolaan hingga produksi.

Dalam pengelolaan hingga produksi saat ini juga membutuhkan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini juga merupakan bagian dari infrastruktur pula selain ketersediaan air dan sarana pengelolaan.

Hal tersebut disampaikan Zet Malelak, Dosen Pertanian Unkris Kupang, yang disiarkan oleh RRI Kupang, Senin (12/9/2022).

Baca Juga: Pembangunan Jalan Provinsi di Ende 89 Persen, Wabup Ende Apresiasi Gubernur NTT

Ia menekankan tiga aspek penting yang perlu diperhatikan yaitu lahan, pelaku pertanian dan infrastruktur budidaya pertanian di lahan kering.

"Dan di musim tanam kedua BBM menjadi kunci karena air bawah tanah akan disuplai dengan mesin," sebutnya.

Suplai pupuk hanya ada di musim tanam pertama yang juga membutuhkan BBM dan ini yang dihadapi NTT. Kesulitan ini membuat produksi atau pangan tidak optimal.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Wilayah Florata Sinergikan Gernas PIP

"Infrastruktur budidaya di musim tanam dua memang tidak ada dan untuk mengantisipasi krisis pangan dunia jadi sulit," kata dia.

Ia menyebut petani NTT melakukan aktivitas pertanian berdasarkan kebiasaan dan melihat cuaca.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X