Penjabat Wali Kota Kupang Akui DLHK Tidak Memiliki Sistem Kerja Atasi Sampah

- Selasa, 27 September 2022 | 07:41 WIB
Sejumlah ASN di Kota Kupang sedang memungut sampah plastik di jalan menuju TPI di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak beberapa waktu lalu.  (victorynews.id/Stef Kosat)
Sejumlah ASN di Kota Kupang sedang memungut sampah plastik di jalan menuju TPI di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak beberapa waktu lalu. (victorynews.id/Stef Kosat)

KUPANG, VICTORYNEWS - Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh, mengakui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang tidak memiliki sistem kerja yang baik dalam mengatasi masalah sampah di Kupang.

Meskipun memiliki personel mencapai 300 orang, sebut Penjabat Wali Kota Kupang masalah sampai di Kota Kupang sulit teratasi.

Kondisi ini Penjabat Wali Kota Kupang temukan selama satu bulan saat memantau langsung kondisi sampah dan wajah Kota Kupang.

Baca Juga: Warga Bello Bersihkan Sampah di Sepanjang Jalan H R Koroh Kota Kupang

Fakta itu terungkap saat dialog bersama wartawan di lantai dasar Kantor Wali Kota Kupang pada Senin (26/9/2022) malam. 

Karena itu, manajemen kerja di DLHK Kota Kupang harus diperbaiki. Ia mencontohkan, mobil sampah yang mengangkut reguler harus selalu ada.

Lalu langkah kedua adalah harus ada mobil sampah lain untuk melakukan penyisiran supaya antisipasi terhadap warga yang belum taat aturan pembuangan sampah. 

"Harus ada mobil sampah lain yang stand by apabila di tempat tertentu ada sampah yang tidak diangkut/tercover bisa ditangani langsung," katanya. 

Baca Juga: Indonesia Kirim Bantuan ke Pakistan, Apa Saja?

Dia mengatakan, Pemkot Kupang sedang menghitung sistem pembayaran iuran sampah dari masyarakat Kota Kupang. Menurutnya, jika pendapatan iuran memungkinkan maka setiap kelurahan akan memiliki satu unit mobil sampah.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X