Distan Provinsi NTT dan BMKG Anjurkan Petani Tanam Minggu Ketiga Oktober 2022

- Senin, 3 Oktober 2022 | 21:46 WIB
Kepala BMKG Lasiana Rahmattuloh Adji didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Lecky Frederich Koli dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Q Parera saat memberi keterangan pers di kantor Gubernur NTT, Senin (3/10/2022). (victorynews.id/Stef Kosat)
Kepala BMKG Lasiana Rahmattuloh Adji didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Lecky Frederich Koli dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Q Parera saat memberi keterangan pers di kantor Gubernur NTT, Senin (3/10/2022). (victorynews.id/Stef Kosat)

KUPANG, VICTORYNEWS - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinstan) Provinsi NTT, Lecy Frederich Koli dan Kepala BMKG Lasiana Kupang Rahmattuloh Adji menganjurkan kepada petani menanam para pada minggu ketiga Oktober 2022.

BMKG NTT mengungkapkan terkait musim hujan dan musim tanam paling tepat pada minggu ketiga Oktober 2022, meskipun awal Oktober hujan tapi tetapi belum memasuki musim penghujan yang sebenarnya.

"Karena musim penghujan itu ada kriterianya dan NTT khususnya Manggarai Barat, Ruteng dan Borong dasarian tinggi atau hujan merata dengan tingkat kebasahan tanah mencapai 15 Cm setelah 3 minggu mendatang dan keseluruhan NTT akan terjadi dasarian dua atau normal pada tanggal 2 November mendatang," kata Adji.

Baca Juga: Hujan di NTT Belum Merata, Begini Imbauan BMKG ke Petani

Karena itu, Dinas Pertanian mengimbau petani NTT seluruhnya untuk mengikuti informasi cuaca dari BMKG Lasiana sebelum melakukan penanaman.

"Supaya menghindari gagal tanam dan gagal panen akibat salah prediksi curah hujan," katanya. 

Informasi curah hujan dari BMKG Lasiana perlu  Distan NTT sampaikan karena sumberdaya NTT terbatas seperti benih. Ada daerah tertentu tidak mempersiapkan benih pada musim tanam 2022 ini, dan Pemprov NTT terbatas dari sisi anggaran. 

"Jadi Petani NTT harus bijak dalam melihat fenomena alam dan jadikan informasi BMKG Lasiana sebagai referensi utama mengahadapi penanaman hingga panen. Supaya petani juga terhindar dari kerugian besar akibat kesalahan membaca situasi alam," katanya.

Baca Juga: Almarhum Sekda NTT Domu Warandoy di Mata Pimpinan OPD: Pejabat yang Rendah Hati

Kepala BMKG Lasiana Kupang Rahmattuloh Adji secara khusus menyoroti peralihan musim dari kemarau ke musim hujan karena akan terjadi angin yang dominan dari arah Timur dan bisa saja terjadi puting beliung.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X