Kasus OTT Eks Kadis PUPR, Ketua DPD REI NTT Merasa Dikriminalisasi

- Selasa, 22 November 2022 | 07:31 WIB
 Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby merasa dikriminalisasi dalam kasus OTT Eks Kadis PUPR Kota Kupang. (victorynews.id/simon selly)
Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby merasa dikriminalisasi dalam kasus OTT Eks Kadis PUPR Kota Kupang. (victorynews.id/simon selly)

KUPANG, VICTORYNEWS-Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, merasa dirinya dikriminalisasi dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) eks Kadis PUPR Kota Kupang, Hengki Ndapamerang.

Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby mengatakan, dirinya tidak pernah memberikan uang kepada Hengki Ndapamerang, tetapi hanya bertemu untuk memproses izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dulunya dikenal Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Sebelum adanya OTT tersebut, pada tanggal 6 April, saya bersama para anggota REI bertemu dengan Hengki Ndapamerang di ruang kerjanya, untuk berkoordinasi tentang proses kepengurusan izin PBG, tetapi Hengki Ndapamerang mengaku bahwa untuk kepengurusan PBG, dirinya harus berangkat ke Jakarta namun tidak memiliki uang perjalanan dinas," katanya saat memberikan keterangan pers, pada Senin (21/11/2022).

Baca Juga: Selalu Diajak Foto oleh Ashanty, The Hermansyah Kesal, Lihat Hasilnya Minta

Menurut Bobby Pitoby, kehadiran DPD REI NTT juga mewakili masyarakat yang ingin membangun tetapi pada akhirnya terhambat karena izin yang sulit. Sehingga DPD REI NTT sangat ingin untuk membantu agar kepengurusan izin bisa berjalan lancar.

Ia menambahkan, saat terjadinya OTT Kadis PUPR, Hengki Ndapamerang, ia tidak mengetahui hal tersebut karena sibuk dengan Expo REI NTT.

"Saat itu, saya sibuk dengan REI Expo di Lippo Plaza, sehingga saya tidak lagi menghubungi Hengki, lalu keesokan harinya, berita menulis bahwa ada penangkapam kasus OTT Hengki Ndapamerang, tentu hal ini sangat mengejutkan," katanya.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 di Qatar: Inggris Babat Iran 6-2 di Laga Pembuka Grup B

Bobby Pitoby mengaku, beberapa pemberitaan di media, menuliskan bahwa Bobby Pitoby diminta oleh hakim untuk ditetapkan sebagai tersangka. Tentu hal ini sangat merugikan DPD REI NTT sendiri, dan dirinya secara pribadi.

"Bukan saya yang memberikan uang, tetapi kenapa nama saya yang terus dikriminalisasi seolah saya yang pemberi. Sebagai Ketua REI, tentunya harus membantu menyelesaikan permasalahan yang dikeluhkan semua anggota, sehingga saya berinisiatif bertemu dengan Kepala Dinas," tegasnya.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X