Kasus OTT Mantan Kadis PUPR Kota Kupang, Bobby Pitoby: Penetapan Tersangka Kewenangan Jaksa

- Selasa, 22 November 2022 | 07:27 WIB
 Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby menegaskan pihak yang berwenang menetapkan seseorang jadi tersangka adalah kejaksaan dan polisi. (victorynews.id/simon selly)
Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby menegaskan pihak yang berwenang menetapkan seseorang jadi tersangka adalah kejaksaan dan polisi. (victorynews.id/simon selly)

KUPANG, VICTORYNEWS-Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby menegaskan bahwa yang menetapkan seseorang menjadi tersangka adalah pihak kejaksaan dan kepolisian, bukan hakim.

Hal ini disampaikan Bobby Pitoby, selaku Ketua DPD REI NTT, terkait kasus OTT Mantan Kadis PUPR Kota Kupang, Hengki Ndapamerang.

"Karena hak untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka itu ada di penegak hukum. Yaitu polisi, jaksa, untuk penetapan," ujar Bobby Pitoby kepada awak media, Selasa (21/11/2022) di kantornya.

Baca Juga: Selalu Diajak Foto oleh Ashanty, The Hermansyah Kesal, Lihat Hasilnya Minta

Menurut Bobby Pitoby, sesuai pemahanannya bila seseorang akan ditetapkan sebagai tersangka tentunya harus memiliki unsur alat bukti, namun kasus yang menjerat Benyamin Hengki Ndamaperang, menurut dia, bukanlah persoalannya.

"Kalau setahu saya, untuk penetapan seseorang sebagai tersangka harus ada alat bukti ya. Ini uang bukan saya pu uang, bukan dari Bobby Pitoby atau dari REI. Tidak ada dan yang menyerahkan bukan Bobby Pitoby atau dari REI, kok bisa kita dikriminalisasikan ini yang beta sayangkan dan ini yang beta mau klarifikasikan," tandasnya.

Ia mengaku, dalam amar putusan majelis hakim tidak menyatakan jaksa diperintahkan untuk menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tersbut, namun ia membenarkan akan pertimbangan hakim.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 di Qatar: Inggris Babat Iran 6-2 di Laga Pembuka Grup B

"Kalau di dalam pertimbangan hakim betul, ada memerintahkan. Itu sebagai pertimbangan hukum, karena hakim pun mengakui bahwa untuk kewenangan menetapkan seseorang sebagai tersangka itu ada di jaksa dan lain-lain," ujar dia.

Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus tersebut. Namun, ia mengakui bahwa sebelumnya ia sempat mengirimkan pesan WhastApp kepada Hengki Ndapamerang untuk membantu dengan dana senilai Rp15 juta namum tidak direspons oleh terdakwa Hengki Ndapamerang.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X