Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang Lestarikan Budaya Dengan Pentas Seni

- Jumat, 25 November 2022 | 16:40 WIB
Mahasiswa menampilkan pakaian adat Alor dengan atraktif dalam fashion show di Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang. (victorynews.id/Putra Bali Mula)
Mahasiswa menampilkan pakaian adat Alor dengan atraktif dalam fashion show di Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang. (victorynews.id/Putra Bali Mula)

KUPANG, VICTORYNEWS - Program Studi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang menggelar Pentas Seni dan Budaya 2022 guna melestarikan berbagai budaya etnis NTT.

Pentas seni Poltekkes Kemenkes Kupang dengan tajuk Peran Kesehatan Lingkungan Dalam Budaya Melestarikan Budaya Daerah ini berlangsung di Lapangan Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang, Jumat (25/11/2022).

Terdapat berbagai lomba yang digelar dalam pentas seni Poltekkes Kemenkes Kupang. Diantaranya fashionshow pakaian adat daerah, vocal grup lagu daerah, deskripsi budaya daerah, lomba solo lagu daerah dan lomba tarian kreasi adat daerah.

Baca Juga: Pesan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT di Hari Guru Nasional: Guru Harus Berada di Garda Terdepan

Ketua Prodi Sanitasi, Karolus Ngambut, saat membuka kegiatan tersebut mengapresiasi upaya dan kreativitas mahasiswa dalam pagelaran ini.

Menurutnya, dengan kegiatan seperti ini dapat mengasah soft skill mahasiswa sekaligus terus mengangkat dengan bangga kekayaan budaya dari berbagai etnis NTT.

"Jadi tidak saja pengetahuan saja didapat tetapi mahasiswa mengembangkan soft skill dan ini telah dibentuk lewat kegiatan ini yaitu mulai dari merencanakan, mengelola dan melangsungkan pentas ini. Para peserta juga akan tampil dengan kebolehan dan kemampuan seni masing-masing sehingga kita sangat apresiasi pentas ini," ujarnya saat itu.

Baca Juga: Berikut Ini 4 Pemain Pembuat Gol di 4 Edisi Piala Dunia, Siapa Mereka

Dermintari Umbu Sida selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sanitasi saat diwawancarai di sela kegiatan tersebut menyebut budaya dan seni lokal menjadi hal yang patut dilestarikan dan harus dimulai dari lingkungan kampus.

Di lain sisi kegiatan ini memang untuk mengasah kreativitas mahasiswa sendiri dibalut dengan kearifan lokal.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jabat Karutan Kupang, Lukas Soelistyoadi Target WBK

Senin, 5 Desember 2022 | 15:55 WIB

Besok Musprov IMI NTT, Dihadiri Pengurus IMI Pusat

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:30 WIB
X